Cegah Lonjakan Kasus Campak, Waka MPR Dorong Imunisasi Dasar Lengkap Jadi Prioritas

jpnn.com
4 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat mengingatkan pentingnya konsistensi dalam pemenuhan imunisasi dasar lengkap bagi anak.

Menurut Lestari, para pemangku kepentingan harus serius menangani hal ini demi mencegah ledakan kasus penyakit menular seperti campak yang membahayakan kesehatan masyarakat.

BACA JUGA: Pakar UGM Bicara Lonjakan Kasus Campak, Jangan Anggap Sepele!

Dia menyampaikan data Kementerian Kesehatan hingga pekan ke-8 tahun 2026 menunjukkan angka yang mengkhawatirkan.

Tercatat 10.453 suspek campak, dengan 8.372 di antaranya terkonfirmasi sebagai kasus campak. Enam orang dilaporkan meninggal dunia.

BACA JUGA: Pemerintah Minta Masyarakat Tak Ragu Imunisasi Campak, Sebut Stok Masih Sangat Cukup

Tak hanya itu, sebanyak 45 Kejadian Luar Biasa (KLB) campak tersebar di 29 kabupaten dan kota yang tersebar di 11 provinsi.

Daerah tersebut meliputi Sumatra Utara, Sumatra Barat, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah.

BACA JUGA: Kemenkes Bakal Pacu Imunisasi Campak Anak Seusai dapat Peringatan dari Australia

Menyikapi kondisi ini, perempuan yang akrab disapa Rerie itu menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak.

"Upaya peningkatan layanan kesehatan terhadap anak harus menjadi perhatian serius semua pihak, untuk melindungi generasi penerus bangsa dari ancaman penyakit menular seperti campak," kata Rerie dalam keterangan tertulis, Jumat (27/3).

Legislator dari Daerah Pemilihan II Jawa Tengah ini juga menyoroti program imunisasi massal yang tengah dijalankan pemerintah di 102 kabupaten dan kota.

Menurut Rerie, upaya ini perlu didukung penuh masyarakat agar berhasil menekan lonjakan kasus.

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu mengakui masih ada sejumlah kendala dalam pelaksanaan imunisasi lengkap.

Beberapa di antaranya adalah rendahnya pemahaman orang tua tentang pentingnya imunisasi, kekhawatiran akan efek samping seperti demam, serta maraknya hoaks dan isu negatif seputar vaksin.

Selain itu, keterbatasan akses dan ketersediaan vaksin di sejumlah daerah juga masih menjadi tantangan.

Rerie berharap seluruh hambatan tersebut dapat segera diatasi melalui kerja sama yang erat antara pemerintah dan masyarakat.

"Dengan begitu, upaya mencetak generasi penerus bangsa yang sehat dan berdaya saing di masa depan bisa segera terwujud," pungkasnya.(mrk/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... IDI Sukoharjo Ajak Orang Tua Kenali Gejala Campak & Cara Pengobatannnya


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Lepas Jabatan Kabais TNI Buntut Kasus Air Keras, Letjen Yudi Dinilai Tanggung Jawab Terhadap Institusi
• 11 jam laluokezone.com
thumb
Heboh Video Viral 7 Menit Ibu Tiri vs Anak Tiri: Dari Kebun Sawit ke Dapur, Netizen Ramai-ramai Cari Link
• 18 jam laluharianfajar
thumb
Nasdaq Masuk Koreksi, Wall Street Terseret Ketegangan AS-Iran
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Prajurit TNI Pukul Warga hingga Tewas di Ambon: Danyon Minta Maaf, Akan Diproses
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Pertama dalam Sejarah AS, Tanda Tangan Trump Ada di Uang Kertas Dolar
• 13 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.