Proyek PSEL Banten Ditargetkan Rampung Tiga Tahun, Pemerintah Tekankan Pemilahan Sampah sejak Awal

pantau.com
13 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Provinsi Banten ditargetkan selesai dalam waktu tiga tahun setelah memasuki tahap lelang.

Proses Lelang dan Pendanaan

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyampaikan bahwa proses pelelangan membutuhkan waktu cukup panjang karena nilai pendanaan besar dan dilakukan secara nasional.

Ia mengatakan, "Proses pelelangannya biasanya cukup panjang karena dananya cukup besar dan arahannya akan dilakukan secara nasional, sehingga diperlukan waktu beberapa bulan."

Pendanaan proyek ini berasal dari Danantara dengan dokumen kesepakatan kerja sama akan diserahkan pada pekan berikutnya untuk memulai tahapan lelang.

Dua fasilitas PSEL direncanakan mampu mengolah total 4.000 ton sampah per hari yang berlokasi di Jatiwaringin Kabupaten Tangerang dan TPSA Cilowong Kota Serang.

Kedua lokasi tersebut telah melalui verifikasi lapangan oleh tim gabungan pemerintah pusat sebelum masuk tahap pelaksanaan.

Proyek ini juga akan menyusul kawasan aglomerasi lain seperti Bali, Yogyakarta, Bekasi, dan Bogor Raya yang telah lebih dulu masuk tahap lelang.

Sinergi Pemerintah dan Peran Masyarakat

Kesepakatan kerja sama percepatan PSEL ditandatangani oleh Gubernur Banten Andra Soni bersama Pemerintah Kota Serang, Pemerintah Kota Cilegon, dan Pemerintah Kabupaten Serang.

Kesepakatan tersebut juga mencakup percepatan pengembangan fasilitas PSEL di wilayah Tangerang Raya sebagai bagian dari pengelolaan sampah terintegrasi.

Gubernur Andra Soni menyebut program ini bukan hanya solusi pengelolaan limbah tetapi juga berdampak strategis pada ketahanan energi dan ekonomi daerah.

Ia menyampaikan, "Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah merupakan fondasi utama dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan."

Menteri Lingkungan Hidup menekankan pentingnya pemilahan sampah sejak awal oleh masyarakat untuk mendukung efisiensi teknologi yang digunakan.

Ia menegaskan, "Sekali lagi kami sudah sering ngomong, apapun teknologi yang digunakan maka fondasi dasar adalah sampah itu terpilah. Tanpa sampah terpilah maka biayanya akan cukup besar dan membebani masyarakat."

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk aktif mengurangi volume sampah dengan memilah sampah dari rumah sambil menunggu pembangunan fasilitas selesai.

Keberhasilan program ini disebut membutuhkan komitmen berkelanjutan, koordinasi intensif, dan pengawasan ketat dari seluruh pihak terkait.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Barang Tak Diurus Kepabeanannya Bisa Jadi Milik Negara, Berlaku 1 April 2026
• 22 jam laluidxchannel.com
thumb
DJP Hapus Sanksi Terlambat Lapor SPT Tahunan Orang Pribadi Hingga April 2026
• 18 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Gus Ipul Tegas, Pegawai Kemensos Mangkir Langsung Dipecat
• 14 jam lalueranasional.com
thumb
Sidak Pasar Minggu, Zulhas Temukan Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp100 Ribu
• 2 jam laluidxchannel.com
thumb
Antusiasme Pengunjung IKN Jadi Berkah Lebaran Bagi Pelaku UMKM
• 51 menit lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.