Detik-detik Bus Jemaah WNI Dilalap Api Saat Menuju Madinah, Berawal Dari Pecah Ban Belakang

kompas.com
12 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Plt Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kementerian Luar Negeri RI, Heni Hamidah menceritakan detik-detik peristiwa bus jemaah umrah yang ditumpangi warga negara Indonesia (WNI) yang ludes terbakar pada Kamis (26/3/2026) malam waktu Arab Saudi.

Peristiwa itu terjadi sesaat setelah bus melintasi titik pemeriksaan terakhir dari Mekkah menuju Madinah.

"Sekitar 50 kilometer dari Madinah," katanya melalui pesan singkat, Sabtu (28/3/2026).

Namun, bus tiba-tiba oleng lantaran ban belakangnya pecah.

Peristiwa ban belakang pecah ini disusul peristiwa nahas lainnya, muncul asap pekat dari bagian depan kendaraan.

Sopir bus sigap meminta para jemaah segera keluar untuk menyelamatkan diri.

Api Menyambar dari Belakang Bus

Tidak berapa lama setelah jemaah keluar, api menyambar dari bagian belakang bus.

Bus tersebut terbakar hebat, tak menyisakan apa pun yang tertinggal di dalamnya, termasuk barang bawaan para jemaah umrah dari Indonesia itu.

"Tidak lama kemudian, api muncul dari bagian belakang bus dan membakar seluruh kendaraan, termasuk koper dan barang bawaan jemaah yang berada di dalam bus," ucapnya.

Baca juga: Kloter Pertama Jemaah Haji Akan Diberangkatkan pada 22 April 2026

Namun, beruntung peristiwa ini tidak sampai memakan korban jiwa WNI yang berjumlah 24 orang tersebut.

Bahkan dijelaskan tidak ada satu pun WNI yang menjadi korban luka.

"Mereka semua telah dievakuasi dengan bus pengganti. Saat ini semua Jemaah dalam keadaan sehat dan telah tiba di Madinah," imbuh Heni.

Kini, Kementerian Luar Negeri RI bersama Konsulat Jenderal RI Jeddah terus berkoordinasi secara intens dengan pihak agen perjalanan, muasasah, dan otoritas terkait di Arab Saudi.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Koordinasi ini dilakukan sebagai upaya memastikan penanganan lanjutan bagi para jemaah.

"Termasuk permintaan kompensasi barang bawaan jemaah yang hangus terbakar dalam insiden tersebut," tandasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
74 Persen Pemudik Sudah Kembali ke Jakarta, Rest Area Jadi Sorotan Arus Balik 2026
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Ini Sejumlah Keuntungan Jika Ojek Daring Gunakan Kendaraan Listrik
• 20 jam lalurepublika.co.id
thumb
PBB Sebut Lebanon Terancam Malapetaka Kemanusiaan, 1,2 Juta Warga Mengungsi akibat Serangan Israel
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
Zulhas Pastikan Stok Pangan Aman Meski Ada Perang: Tak Perlu Panik
• 9 jam lalukatadata.co.id
thumb
Pelaku Rudapaksa Turis China di Bali Ditangkap Saat Balik Lagi Datangi Vila Korbannya
• 21 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.