REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Seorang pejabat senior Iran dikutip Tasnim, Jumat (28/3/2026) mengatakan, Iran akan menutup total Selat Hormuz jika Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan darat guna merebut selat tersebut. Saat ini, Iran menerapkan kebijakan selektif terhadap kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz.
"Operasi militer apapun oleh musuh di Selat Hormuz akan berujung pada blokade penuh untuk periode tak terbatas. Jika AS memutuskan untuk melancarkan serangan darat terhadap Iran, Teheran akan memiliki hak penuh merespons untuk mengeliminasi ancaman," demikian keterangan pejabat itu.
Baca Juga
Iran Mulai Terapkan Tarif Tol 2 Juta Dolar AS Per Kapal Tanker, Bisa Kaya Raya dari Selat Hormuz
Iran akan Permanenkan Penerapan Tarif Tol Selat Hormuz, Parlemen Siapkan UU
Kemlu: Iran Berikan Lampu Hijau Kapal Tanker Pertamina Melintasi Hormuz
Iran saat ini mempersilakan kapal-kapal dari negara tak terlibat agresi untuk melintas, sambil membatasi kapal yang terkait dengan negara yang terlibat dalam serangan terhadap Iran. Sejauh ini ada beberap negara yakni China, India, Turki, Pakistan, Thailand, dan Malaysia yang telah berkoordinasi atau bernegosiasi langsung dengan otoritas Iran agar bisa melintas secara aman.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Menurut Lloyd’s List Intelligence, dilansir bne Intellinews, Selasa, jumlah kapal tanker yang melintas di Selat Hormuz terus bertambah seiring dengan penerapan sistem pembayaran tol yang diterapkan Iran. Kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz diarahkan ke wilayah perairan Iran lwa sebuah rute yang disebut sebagai "Stan Tol Teheran' yang meninggalkan dua jalur internasional di tengah selat yang biasa dilalui kapal-kapal komersial.
Pada Selasa, setidaknya ada 20 kapal yang telah bergerak mengambil jalur antara pulau Qeshm dan Larak seperti yang diarahkan oleh otoritas Iran. Analis dari Lloyd’s List Intelligence mengungkapkan bahwa sedikitnya 16 kapal transit di Selat Hormuz sejak 20 Maret, di mana 12 kapal berlayar melalui koridor yang dikontrol Iran.
Setidaknya dua kapal diketahui telah membayar tol ke Iran, di mana satu kapal dilaporkan membayar sekitar 2 juta dolar AS. Koridor itu saat ini diawasi oleh IRGC yang melakukan verifikasi terhadap detail kapal, dan untuk beberapa kasus, menerapkan tarif tol untuk transit.
View this post on Instagram
A post shared by Republika Online (@republikaonline)