Kapal Pertamina Tertahan di Selat Hormuz, Anggota DPR: Info Terakhir, Iran Beri Tanggapan Positif

kompas.com
7 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono mengatakan, berdasarkan informasi terakhir yang dia terima, otoritas Iran memberi respons positif terkait kapal Pertamina yang tertahan di Selat Hormuz.

"Informasi terakhir menunjukkan adanya tanggapan positif dari otoritas Iran, dan saat ini proses sudah masuk ke tahap teknis dan operasional agar kapal-kapal Indonesia dapat segera melintas dengan aman," ujar Dave kepada Kompas.com, Jumat (27/3/2026) malam.

Dave mengatakan, Komisi I DPR memandang situasi yang dihadapi kapal-kapal Pertamina di Selat Hormuz dengan penuh perhatian, sekaligus optimisme.

Dia percaya bahwa melalui diplomasi yang intensif dan komunikasi yang konstruktif, Pemerintah Indonesia mampu memastikan kapal-kapal tersebut segera dapat melanjutkan pelayaran dengan aman.

"Hal ini menyangkut kepentingan nasional yang lebih luas, khususnya dalam menjaga ketahanan energi dan stabilitas pasokan bagi masyarakat," ucapnya.

Baca juga: Kabar Terbaru Kapal Pertamina yang “Nyangkut” di Selat Hormuz

Lalu, Dave menegaskan bahwa diplomasi yang dilakukan harus terukur dan konsisten.

Menurutnya, pemerintah perlu menekankan bahwa kapal-kapal Indonesia tidak terlibat dalam konflik di kawasan tersebut, sehingga hak untuk melintas secara damai harus dijamin sesuai hukum internasional.

"Kami juga mendorong agar komunikasi diplomatik terus diperkuat, baik secara bilateral maupun melalui jalur multilateral, termasuk dengan Organisasi Maritim Internasional (IMO). Hal ini penting untuk memastikan bahwa kepentingan Indonesia sebagai negara non-hostile tetap dihormati," ucap Dave.

Sementara itu, Dave berharap, dengan diplomasi yang intensif dan dukungan penuh dari semua pihak, kapal-kapal Pertamina dapat segera keluar dari Selat Hormuz.

"Dan kembali menjalankan tugasnya untuk mendukung kebutuhan energi nasional," kata dia. 

Sebelumnya diberitakan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan Indonesia masih terus bernegosiasi dengan pihak Iran agar dua kapal tanker milik Pertamina bisa melewati Selat Hormuz.

Baca juga: Kemlu Sebut Ada Tanggapan Positif Pihak Iran soal Nasib Kapal Pertamina di Selat Hormuz

Saat ini, terdapat dua kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS) masih tertahan di Teluk Arab.

"Kita masih komunikasi terus. Memang tidak mudah untuk kita bisa melakukan bagaimana caranya agar kapal kita keluar dari Selat Hormuz," ujar Bahlil di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (27/3/2026).

Adapun Iran masih memblokade akses pelayaran di Selat Hormuz seiring memanasnya konflik dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel di kawasan tersebut.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Hanya kapal dari beberapa negara yang baru diizinkan lewat.

Selat Hormuz merupakan jalur vital yang menyalurkan sekitar seperlima pasokan minyak mentah dan gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) dunia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cetak Gol Debut di Timnas Indonesia, Beckham Putra Tetap Rendah Hati
• 17 jam laluviva.co.id
thumb
Lautan Manusia Padati Monas saat Pembagian Sembako dan Pasar Murah
• 1 jam laluokezone.com
thumb
Malaysia pelajari tenaga nuklir untuk keamanan energi jangka panjang
• 2 jam laluantaranews.com
thumb
Mendagri: data korban berbasis nama dan alamat percepatan bantuan
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
Menkomdigi Mengapresiasi X dan Bigo Live karena Patuh Aturan PP Tunas untuk Perlindungan Anak
• 2 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.