Area Monas hari ini dipadati warga, Sabtu (28/3). Bukan tanpa alasan, Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan penyelenggaraan bazar, pasar murah, door prize, hingga bagi-bagi sembako gratis untuk warga dalam rangka berbagi kebaikan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Ada 10 ribu kupon sembako gratis yang siap dibagikan untuk para warga. Meski acara baru dimulai pukul 16.00 WIB, para warga sudah menunggu sejak tiga jam sebelumnya.
Halimah (38) menjadi salah satu yang memperjuangkan sembako gratis ini. Ia adalah Kader Jumantik Kelurahan Rawamangun.
Demi mendapatkan sepaket sembako gratis itu, Halimah dan teman-temannya rela keluar modal. Mereka menyewa mikrolet untuk sampai ke Monas.
“Datang dari abis zuhur, pengin mesen Grab tapi nggak dapet, jadinya urunan berenam sama kader lainnya sewa mikrolet ke Monas,” ucap Halimah usai ia mengambil sembako.
Ia bercerita, perjuangan mendapatkan sembako itu tak main-main. Ia harus rela berdesak-desakan dengan warga lainnya yang juga datang.
“Dari jam setengah 3 sampe jam setengah 5an. (Kupon) Dapat dari kelurahan emang buat kader. Kirain khusus kader se-Jakarta, ternyata buat umum juga,” tuturnya.
Ia pun sempat menjelaskan apa saja yang ada di dalam sepaket sembako itu. “Dapatnya sih telor 15 butir, beras 5 kg, minyak 1 liter, ayam 1 ekor, ikan sarden,” tuturnya.
“Emang dari kelurahan disuruh kader yang muda-muda. Dapat sembako seharga 300 ribu (rupiah) itu,” tambahnya.
Tak hanya warga, adapula Ketua RT yang datang untuk mengambil sembako gratis itu. Amin (56), Ketua RT 4 RW 1 Kebon Jeruk ini datang mengambilkan sembako untuk warganya yang kurang mampu.
“Kupon buat Anggota Dawis, Jumantik, Koordinator Jumantik, Warga. RT saya dapat 6, 3 untuk pengurus, 3 untuk warga. Warga dikasih buat yang kurang mampu, buat yang masih mengontrak. RT 4, RT 11, RT 9, sama RT 10 yang kebagian kalau di tempat saya,” ucap Amin.
“Kemarin dapat kuponnya dari kelurahan dikabarin ambil di Monas. Kuponnya sembako gratis, nggak bayar sama sekali. Di kelurahan ambil Pita sama Kupon buat penukaran. Ke kelurahan bawa fotokopi KTP sama KK,” tambahnya.
Demi mengambilkan sembako untuk warganya itu, Amin rela datang dari pukul 2 siang. Di bawah terik matahari, ia mengantre selama 1,5 jam.
“Tadi dateng sama warga jam 2an, kumpul jam 1 di kelurahan buat ambil kupon sama pita. Antre dari jam 2 siang, antri selama kurang lebih 1 jam setengah,” ungkap Amin.
Amin pun berharap, acara ini akan diadakan terus setiap tahunnya.
“Kalau di monas pertama kali sih dapat sembako gini. Kalau di Kecamatan suka ada bazar sembako murah, kalau sembako gratis baru pertama kali di Monas,” tutur Amin.
“Ya semoga tahun depan bakal ada lagi kayak gini,” harapnya.





