Terungkap, Mayat di Rumah Potong Hewan Kapuk Jakbar Ternyata Mantan Karyawan

kompas.com
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Mayat pria yang ditemukan mengambang di Rumah Potong Hewan (RPH) Kapuk, Jakarta Barat, diketahui merupakan mantan karyawan di lokasi tersebut.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, Arfan Zulkan Sipayung, mengatakan identitas korban terungkap setelah proses identifikasi oleh tim forensik.

“Ternyata dia ini dulu karyawan rumah pemotongan hewan ini. Tapi sudah lama tidak bekerja lagi, sudah pindah kerjaan,” ujar Arfan saat dihubungi Kompas.com, Jumat (27/3/2026).

Baca juga: Mayat Pria Ditemukan Mengambang di Kolam Limbah Rumah Pejagalan Jakbar

Penyebab Kematian Masih Diselidiki

Meski identitas korban telah diketahui, penyebab kematian masih dalam penyelidikan. Jenazah telah dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk proses autopsi dan visum.

Keluarga korban juga telah datang ke rumah sakit untuk memastikan identitas tersebut.

“Masih kami telusuri, kami kirim ke RSCM untuk autopsi dan visum,” kata Arfan.

Ia menyebut korban diduga telah meninggal beberapa hari sebelum ditemukan. Hal ini terlihat dari kondisi tubuh yang membengkak dan mengeluarkan bau tidak sedap.

“Bahkan saat dievakuasi, tubuh korban hampir tidak dapat dikenali, terutama di bagian wajah yang sudah membengkak,” ujarnya.

Hingga kini, polisi masih mendalami bagaimana korban bisa berada di lokasi tersebut. Namun, sementara ini belum ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Kami masih penyelidikan. Bisa saja karena sakit, tapi masih menunggu hasil visum. Tidak ada unsur kekerasan,” ungkapnya.

Baca juga: Kerap Picu Macet di Cawang, Pemkot Jaktim Tegur Tempat Usaha yang Gunakan Bahu Jalan

Ditemukan Mengambang di Kolam Limbah

Sebelumnya, sesosok mayat tanpa identitas ditemukan mengambang di area pembuangan limbah RPH di Jalan Peternakan Raya, Kapuk, Kamis (26/3/2026).

Korban ditemukan dalam posisi telungkup di kolam berukuran sekitar 3x3 meter yang digunakan untuk pengolahan limbah pemotongan hewan.

Seorang warga, Heri, mengatakan jenazah pertama kali diketahui oleh warga yang sedang beraktivitas di sekitar lokasi sekitar pukul 11.00 WIB.

“Awalnya ada warga yang melihat, lalu langsung melapor ke RT. Warga kemudian berdatangan,” ujar Heri.

Saat ditemukan, kondisi jenazah sudah membusuk dan mengeluarkan bau menyengat, sehingga warga tidak berani mendekat.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

“Posisinya telungkup dan sudah mengambang. Saya juga sempat ragu mendekat karena baunya sangat tidak enak,” katanya.

Kondisi wajah yang tidak terlihat membuat warga sekitar tidak dapat mengenali korban saat pertama kali ditemukan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Lansia Terekam Mencuri di Depok, Polisi Lakukan Penyelidikan
• 9 jam lalukompas.id
thumb
Laba BRMS Diramal Tembus Rp1,6 Triliun di 2026, Intip Target Harga Sahamnya
• 7 jam lalubisnis.com
thumb
Dibantai Timnas Indonesia 4-0 di Era Debut Herdman, Pelatih St Kitts: Kami Sebenarnya Bisa Menang Jika Cetak Gol Lebih Dulu
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Pertamina Hulu Rokan Zona 1 Jaga Ketahanan Energi di Momen Lebaran
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Aturan Pembatasan Medsos Anak Dinilai Efektif, Tapi Lingkungan Jadi Tantangan
• 9 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.