Harga Minyak Dunia Tembus Level Tertinggi 3 Tahun, WTI Nyaris US$100 dan Brent Melonjak Tajam

tvonenews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Harga minyak dunia melonjak signifikan dan ditutup di level tertinggi dalam lebih dari tiga tahun pada Jumat, 27 Maret 2026 waktu setempat. Lonjakan ini dipicu meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global, terutama akibat konflik yang memanas di kawasan Timur Tengah.

Berdasarkan data perdagangan global, minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) ditutup naik tajam sebesar 5,46 persen ke level US$99,64 per barel. Sepanjang sesi perdagangan, harga bahkan sempat menembus angka psikologis US$100,04 per barel sebelum terkoreksi tipis menjelang penutupan.

Brent Ikut Melonjak, Tertinggi Sejak 2022

Tak hanya WTI, minyak acuan global Brent Crude juga mencatatkan lonjakan signifikan. Harga Brent naik 4,22 persen ke posisi US$112,57 per barel.

Level ini menjadi yang tertinggi sejak 4 Juli 2022, ketika harga Brent sempat menyentuh US$113,5 per barel. Artinya, harga minyak global kini kembali mendekati puncak tertinggi dalam hampir empat tahun terakhir.

Secara akumulatif, kenaikan harga minyak terbilang sangat agresif:

  • WTI naik 39,88 persen (bulanan) dan 43,66 persen (tahunan)

  • Brent naik 44,80 persen (bulanan) dan 54,71 persen (tahunan)

Lonjakan ini mencerminkan tekanan besar di pasar energi global yang kini dibayangi ketidakpastian tinggi.

Selat Hormuz Jadi Titik Kritis Pasokan Energi

Salah satu faktor utama pendorong kenaikan harga adalah terganggunya distribusi energi di Selat Hormuz.

Selat ini merupakan jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia. Gangguan sekecil apa pun di wilayah ini langsung berdampak pada harga global.

Konflik yang terjadi sejak akhir Februari 2026 membuat lalu lintas energi di kawasan tersebut nyaris terhenti. Banyak kapal tanker tertahan, sementara operator energi memilih menunda pengiriman karena risiko tinggi.

Kondisi ini memicu kekhawatiran pasar akan kekurangan pasokan, yang pada akhirnya mendorong harga minyak melonjak tajam.

Diplomasi Belum Redakan Ketegangan

Upaya meredakan konflik melalui jalur diplomasi hingga kini belum menunjukkan hasil konkret. Presiden Donald Trump bahkan memberikan tenggat waktu tambahan 10 hari kepada Iran untuk membuka kembali akses Selat Hormuz.

Meski Trump menyebut komunikasi berjalan positif, hingga saat ini belum ada respons resmi dari pihak Iran. Situasi ini membuat pelaku pasar tetap berhati-hati dan cenderung spekulatif.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menteri PU Pastikan Kesiapan Infrastruktur Tol Periode Arus Balik Idulfitri
• 23 jam lalujpnn.com
thumb
Polemik Status WNI Dean James, PSSI: Jangan Khawatir
• 12 jam laluviva.co.id
thumb
Salut dengan Kemenangan 4-0 Atas St. Kitts and Nevis, Ronny Pangemanan: Ujian Sesungguhnya adalah Bulgaria
• 10 jam lalubola.com
thumb
Usai Bawa Timnas Indonesia Menang Telak atas St. Kitts and Nevis, Ramadhan Sananta Bertekad Tampil Lebih Baik
• 18 jam lalubola.com
thumb
Warga Inisiatif Buat Zebra Cross di Tebet, Dinas Bina Marga Merespons
• 16 menit lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.