Fake nails atau kuku palsu dan kuteks cukup favorit di kalangan perempuan. Hal itu dikarenakan produk kecantikan tersebut mampu membuat kuku tampak lebih slay, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan diri. Namun di balik tampilannya yang ciamik, fake nails dan kuteks menyimpan risiko tersembunyi, salah satunya dapat menghambat tindakan medis dalam kondisi darurat.
Risiko ini dialami langsung oleh seorang perempuan berusia 28 tahun di Provinsi Hunan, Tiongkok Tengah, yang mengalami serangan jantung mendadak pada awal Februari 2026 yang dikutip dari South China Morning Post. Saat dilarikan ke rumah sakit, tim medis tidak dapat segera melakukan tindakan karena terhambat fake nails yang ia gunakan.
Perempuan dengan nama samaran Lili ini hampir tidak terselamatkan karena fake nails tersebut sulit dilepas. Sebagai salah satu upaya penyelamatan, tim medis akhirnya memanggil ahli manicure agar tindakan medis dapat dijalankan.
Mengapa kuku palsu dapat menghambat tindakan medis?Jadi, saat seseorang menjalani tindakan medis seperti operasi atau penanganan serangan jantung, pasien akan dipasangi pulse oximeter di ujung jari. Alat ini berfungsi untuk memantau kadar saturasi oksigen dalam darah.
Namun, alat tersebut tidak dapat bekerja optimal jika pasien menggunakan fake nails atau kuteks. Keduanya dapat menghalangi sinar inframerah yang dipancarkan alat untuk mengukur penyerapan cahaya oleh hemoglobin melalui ujung jari.
Dilansir National Health Service (NHS), sebelum operasi pasien biasanya diimbau untuk tidak menggunakan fake nails atau kuteks. Hal ini bertujuan agar pemasangan pulse oximeter tidak terhambat dan tindakan medis dapat berjalan dengan lancar.
Cara aman menggunakan fake nails atau kuteksTidak dapat dipungkiri, banyak perempuan ingin menggunakan fake nails atau kuteks, terutama saat momen penting. Kamu tetap bisa menggunakan produk kecantikan ini dengan waspada.
Jika menggunakan kuku palsu, sebaiknya gunakan lem yang tidak terlalu kuat agar mudah dilepas dalam kondisi darurat, berkaca dari kasus Lili di China. Selain itu, Dokter IGD Rumah Sakit Afiliasi Kedua Fakultas Kedokteran Universitas Zhejiang, Liu Xiao, juga menyarankan agar pengguna fake nails atau kuteks menyisakan satu jari kosong agar tindakan medis tetap dapat dilakukan di situasi darurat.
“Sebaiknya seseorang yang menyukai manicure kuku perlu menyisakan satu jari (tanpa kuteks atau fake nails) sebagai kesempatan menyelamatkan nyawa,” jelasnya.





