Perempuan di China Hampir Tak Selamat dari Serangan Jantung karena Kuku Palsu

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

Fake nails atau kuku palsu dan kuteks cukup favorit di kalangan perempuan. Hal itu dikarenakan produk kecantikan tersebut mampu membuat kuku tampak lebih slay, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan diri. Namun di balik tampilannya yang ciamik, fake nails dan kuteks menyimpan risiko tersembunyi, salah satunya dapat menghambat tindakan medis dalam kondisi darurat.

Risiko ini dialami langsung oleh seorang perempuan berusia 28 tahun di Provinsi Hunan, Tiongkok Tengah, yang mengalami serangan jantung mendadak pada awal Februari 2026 yang dikutip dari South China Morning Post. Saat dilarikan ke rumah sakit, tim medis tidak dapat segera melakukan tindakan karena terhambat fake nails yang ia gunakan.

Perempuan dengan nama samaran Lili ini hampir tidak terselamatkan karena fake nails tersebut sulit dilepas. Sebagai salah satu upaya penyelamatan, tim medis akhirnya memanggil ahli manicure agar tindakan medis dapat dijalankan.

Mengapa kuku palsu dapat menghambat tindakan medis?

Jadi, saat seseorang menjalani tindakan medis seperti operasi atau penanganan serangan jantung, pasien akan dipasangi pulse oximeter di ujung jari. Alat ini berfungsi untuk memantau kadar saturasi oksigen dalam darah.

Namun, alat tersebut tidak dapat bekerja optimal jika pasien menggunakan fake nails atau kuteks. Keduanya dapat menghalangi sinar inframerah yang dipancarkan alat untuk mengukur penyerapan cahaya oleh hemoglobin melalui ujung jari.

Dilansir National Health Service (NHS), sebelum operasi pasien biasanya diimbau untuk tidak menggunakan fake nails atau kuteks. Hal ini bertujuan agar pemasangan pulse oximeter tidak terhambat dan tindakan medis dapat berjalan dengan lancar.

Cara aman menggunakan fake nails atau kuteks

Tidak dapat dipungkiri, banyak perempuan ingin menggunakan fake nails atau kuteks, terutama saat momen penting. Kamu tetap bisa menggunakan produk kecantikan ini dengan waspada.

Jika menggunakan kuku palsu, sebaiknya gunakan lem yang tidak terlalu kuat agar mudah dilepas dalam kondisi darurat, berkaca dari kasus Lili di China. Selain itu, Dokter IGD Rumah Sakit Afiliasi Kedua Fakultas Kedokteran Universitas Zhejiang, Liu Xiao, juga menyarankan agar pengguna fake nails atau kuteks menyisakan satu jari kosong agar tindakan medis tetap dapat dilakukan di situasi darurat.

“Sebaiknya seseorang yang menyukai manicure kuku perlu menyisakan satu jari (tanpa kuteks atau fake nails) sebagai kesempatan menyelamatkan nyawa,” jelasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
11 Ribuan Kendaraan Tinggalkan Tasikmalaya via Lingkar Gentong, Motor Mendominasi
• 21 jam laluokezone.com
thumb
Bapanas: Bantuan Beras dan Minyak Goreng Bantu Meringankan Ekonomi Masyarakat
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Dokter Internship di Cianjur Meninggal Suspek Campak, Kemenkes Keluarkan Surat Edaran untuk Rumah Sakit
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Terminal Kampung Rambutan Diserbu Penumpang saat Arus Balik, Kedatangan Tembus 4.500 Orang
• 31 menit laluliputan6.com
thumb
BCA, CIMB Niaga, dan Bank Jago Ubah Status Rekening Aktif hingga Dormant per Mei 2026
• 2 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.