Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat belum ada perusahaan yang melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) sejak awal 2026. Meski demikian sejumlah perusahaan berencana melantai di Bursa.
Hingga akhir Maret 2026, terdapat 12 perusahaan yang masuk dalam pipeline saham pencatatan saham. BEI mencatat mayoritas berasal dari perusahaan beraset besar atau di atas Rp 250 miliar sebesar 11 perusahaan dengan sektor keuangan menjadi yang paling dominan.
Selain sektor finansial, calon emiten juga dari berbagai sektor lain seperti konsumer, energi, kesehatan, hingga transportasi dan logistik.
Dari sisi pipeline obligasi, BEI mencatat total dana yang dihimpun dari obligasi telah mencapai Rp 50,87 triliun dari 45 emisi dan 30 penerbit.
Sektor finansial kembali menjadi yang paling dominan dalam pipeline obligasi, dengan porsi sekitar 50 persen. Disusul sektor infrastruktur 28,6 persen dan energi 10,7 persen.
Kemudian masih ada 28 emisi dari 20 perusahaan yang sedang dalam proses penerbitan obligasi. Dari jumlah itu, 10 perusahaan berasal dari sektor keuangan dan 6 perusahaan dari sektor infrastruktur.
Sementara itu, sektor energi diisi 2 perusahaan, sedangkan basic materials dan konsumer masing-masing satu perusahaan, sedangkan sektor lain seperti teknologi, kesehatan, hingga transportasi belum terlihat dalam pipeline obligasi.
Di sisi lain, pipeline aksi korporasi melalui rights issue mencatat saat ini sudah ada 3 perusahaan yang melakukan rights issue dengan total nilai Rp 3,75 triliun dengan satu perusahaan yang tengah antre dari sektor properti.





