Gugur di Lebanon: Inilah Sosok Praka Farizal Rhomadhon, Prajurit Pilihan Asal Kulon Progo

harianfajar
4 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, JAKARTA – Kabar duka menyelimuti Tanah Air. Seorang prajurit terbaik TNI, Praka Farizal Rhomadhon (FR), gugur saat menjalankan misi perdamaian dunia di Lebanon Selatan. Prajurit yang tergabung dalam Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S UNIFIL ini menjadi korban serangan artileri Israel Defense Forces (IDF) yang menyasar wilayah Adchit Al Qusayr. Siapa prajurit pilihan asal Kulon Progo tersebut?

Kementerian Pertahanan RI dan Kementerian Luar Negeri RI telah mengonfirmasi insiden memilukan ini. Praka Farizal mengembuskan napas terakhirnya di tengah eskalasi konflik yang kian memanas di wilayah Timur Tengah.

Detik-detik Insiden di Adchit Al Qusayr

Tragedi ini terjadi pada Minggu (29/3/2026) sekitar pukul 20.44 waktu Lebanon, atau Senin (30/3) dini hari pukul 01.40 WIB. Berlokasi di Indobatt UNP 7-1, Desa Adchit Al Qusayr, posisi kontingen Indonesia dilaporkan terkena serangan artileri tidak langsung dari pihak IDF.

“Pemerintah Republik Indonesia menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya satu personel pemelihara perdamaian Indonesia dan tiga personel lainnya terluka,” ujar Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, dalam keterangan resminya.

Indonesia mengecam keras serangan ini dan menuntut penyelidikan transparan, mengingat pasukan PBB seharusnya dilindungi di bawah hukum internasional saat menjalankan misi kemanusiaan.

Prajurit Pilihan dengan Dua Bintang Jasa

Bukan prajurit sembarangan, Praka Farizal Rhomadhon dikenal sebagai sosok pilihan dengan rekam jejak yang membanggakan. Lahir di Kulon Progo, Yogyakarta, pada 3 Januari 1998, ia berasal dari kesatuan Yonif 113/JS Brigif 25/Siwah Kodam Iskandar Muda.

Sepanjang kariernya, prajurit berusia 28 tahun ini telah dianugerahi dua bintang jasa prestisius, yakni Satyalancana Dharma Nusa dan Satyalancana Kesetiaan VIII Tahun. Dedikasinya terhadap kedaulatan negara dan perdamaian dunia kini menjadi warisan abadi bagi korps baret hijau.

Meninggalkan Istri dan Putri Kecil di Aceh

Di balik seragam lorengnya, Praka Farizal adalah seorang ayah dan suami yang penyayang. Kepergiannya menyisakan duka mendalam bagi sang istri dan seorang putri kecil yang masih berusia dua tahun. Saat ini, keluarga kecilnya menetap di rumah dinas yang berlokasi di Bireuen, Aceh.

Kepulangan sang prajurit dalam peti jenazah berselimut Merah Putih menjadi pengingat pahit akan risiko besar yang dihadapi para penjaga perdamaian Indonesia di luar negeri. Pemerintah Indonesia berjanji akan memberikan penghormatan terbaik dan memastikan hak-hak keluarga yang ditinggalkan terpenuhi.

Indonesia Desak Penyelidikan Menyeluruh

Meningkatnya intensitas saling serang antara militer Israel dan kelompok bersenjata di Lebanon selatan kini menjadi perhatian serius dunia. Indonesia, melalui Kemlu, secara tegas mendesak pihak terkait untuk menghentikan kekerasan yang membahayakan nyawa personel PBB.

“Indonesia mengecam keras insiden tersebut dan menyerukan dilakukannya penyelidikan yang menyeluruh dan transparan,” pungkas Yvonne. (*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gus Ipul Apresiasi Trenggalek, Peduli Data Hingga Hadirkan Sekolah Rakyat
• 12 jam laludisway.id
thumb
Desa Manemeng Perkuat Ekosistem Ekonomi Kerakyatan Lewat Program Desa BRILiaN Berbasis Gotong Royong
• 39 menit laluviva.co.id
thumb
Pemuda di Kupang NTT Perkosa Penyandang Disabilitas hingga Pendarahan
• 3 jam lalurctiplus.com
thumb
Bisnis Terapi Obesitas Novo Nordisk Meningkat, Raih Pertumbuhan selama 2025
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Komisi III DPR-Menekraf Minta Videografer Amsal Dibebaskan, Siap Jadi Penjamin
• 8 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.