Terkini, Makassar – Suasana hangat dan penuh keakraban terasa di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Sabtu lalu, saat Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama Ketua TP PKK Kota Makassar Melinda Aksa menerima kunjungan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda.
Kunjungan tersebut bukan sekadar silaturahmi biasa. Di balik jamuan makan siang dan cerita nostalgia kuliner Makassar, terselip diskusi serius mengenai strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan pengendalian inflasi.
Munafri sengaja mengajak Sherly mencicipi kembali kuliner khas Makassar, termasuk nyuknyang, yang ternyata memiliki kenangan masa kecil bagi Gubernur Maluku Utara tersebut.
“Saya bilang sebelum Ibu Gubernur pulang, saya mau ajak makan mencicipi nyuknyang. Ibu Gubernur juga cerita dulu orang tuanya kalau datang ke Makassar selalu membeli nyuknyang,” jelas Munafri.
Selain nyuknyang, jamuan makan siang juga menghadirkan berbagai kuliner khas Sulawesi Selatan seperti sop konro dan es pisang ijo yang membuat suasana pertemuan semakin akrab.
Munafri menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut dan membuka peluang kerja sama antara Pemerintah Kota Makassar dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara.
“Terima kasih kepada Ibu Gubernur yang telah menyempatkan mampir di Rumah Jabatan. Mudah-mudahan Makassar selalu memberikan kesan yang baik, dan jika ada yang bisa kami dukung, kami siap,” tambahnya.
Belajar PAD dan Pengendalian Inflasi dari MakassarDi balik suasana santai tersebut, Sherly mengungkapkan bahwa kunjungannya juga dimanfaatkan untuk belajar langsung dari Pemerintah Kota Makassar, terutama terkait pengelolaan keuangan daerah dan pengendalian inflasi.
Menurutnya, jumlah penduduk Maluku Utara dan Makassar relatif sama, sekitar 1,4 juta jiwa. Namun, kemampuan fiskal Makassar dinilai jauh lebih kuat.
“Jadi kami ini sama-sama 1,4 juta jiwa tapi uangnya Pak Wali ini (APBD) lebih banyak dari saya (Maluku Utara), jadi kami juga belajar bagaimana meningkatkan PAD dan bagaimana menjaga inflasi. Makassar sebagai salah satu kota di Indonesia Timur yang sangat padat dan pertumbuhannya sangat bagus,” jelas Sherly.
Ia juga mengaku memiliki kedekatan emosional dengan Makassar sejak kecil, terutama melalui cerita keluarganya tentang kuliner khas kota ini.
“Dari kecil memang sering diceritakan kalau setiap tiba di Makassar itu pasti beli nyuknyang. Tadi ada sop konro, nyuknyang, es pisang ijo, semuanya enak. Di Sulawesi Selatan itu makanannya enak, pilihannya cuma dua, enak dan enak sekali,” kelakarnya.
Makassar Jadi Rujukan Daerah di Indonesia TimurKunjungan Sherly ke Makassar sendiri dilakukan setelah menghadiri Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI yang digelar di Kota Makassar beberapa hari sebelumnya.
Pertemuan di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar tersebut menjadi simbol kolaborasi antar daerah di Indonesia Timur, sekaligus menunjukkan bahwa Makassar kini tidak hanya berkembang sebagai kota bisnis dan perdagangan, tetapi juga menjadi rujukan dalam pengelolaan keuangan daerah dan pengendalian inflasi.
Silaturahmi yang dibalut kuliner dan nostalgia itu pun berujung pada diskusi strategis antar dua kepala daerah, tentang bagaimana membangun daerah dengan pengelolaan keuangan yang kuat dan inflasi yang terkendali.




