Identitas Mayat dalam Freezer Resto Ayam Geprek Bekasi dan Kesaksian Warga

jpnn.com
7 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - KABUPATEN BEKASI - Warga Mega Regency, Desa Sukaragam, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat heboh setelah mengetahui adanya mayat dalam freezer pada sebuah kios ayam geprek yang berlokasi di Blok D33 perumahan tersebut.

Korban yang memiliki sapaan akrab Pak Bedul itu merupakan pegawai di kios makanan tersebut.

BACA JUGA: Heboh Mayat Pegawai Ayam Geprek dalam Freezer, 2 Sepeda Motor Raib

Penyebab kematian pria yang diperkirakan berusia 45 tahun itu belum diketahui.

Tim Identifikasi Ditreskrimum Polda Metro Jaya didampingi jajaran Polres Metro Bekasi pada Minggu (29/3) terjun langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

BACA JUGA: Kesaksian Bos Resto Ayam Geprek Temukan Mayat Pegawai dalam Freezer

Di mata warga sekitar, Pak Bedul bukan sekadar pegawai kios. 

Pak Bedul dikenal sangat ramah, ringan tangan dalam konotasi positif serta mudah bergaul.

BACA JUGA: Melalui Operasi Pekat, Polres Metro Bekasi Meringkus 31 Pelaku Kejahatan

Kepergiannya memicu gempar sekaligus rasa kehilangan bagi warga maupun sesama pedagang.

"Orangnya baik, sering mengobrol sama warga dan pedagang lain di sini," kata Ali, salah satu pedagang di sekitar lokasi kejadian.

Ali mengaku baru menyadari peristiwa itu ketika suasana di sekitar kios ramai oleh kedatangan petugas kepolisian.

"Saya baru tahu saat sudah ramai sekitar jam satu siang kemarin. Polisi membawa jenazah korban dengan kantung mayat," ujarnya.

Kenangan terakhir tentang Bedul turut diungkap warga setempat, Elin (42), yang mengaku masih melihat korban berinteraksi di depan kios pada malam takbiran Idulfitri.

Tak ada firasat apa pun, karena korban terlihat sehat dan beraktivitas seperti biasa.

"Terakhir lihat malam takbiran, masih di depan kios," ujarnya.

Hingga kini polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kematian Bedul. Jenazah korban telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk pemeriksaan medis. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Mufthia Ridwan


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
YouTube hingga Instagram Terancam Denda dan Blokir jika Tak Larang Anak Akses
• 42 menit lalukatadata.co.id
thumb
Dari Roblox hingga Tiktok, Ini 8 Platform yang Wajib Batasi Anak di Bawah 16 Tahun
• 5 jam lalukompas.com
thumb
7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat Jadi Andalan Pemerintah di Tengah Implementasi PP Tunas
• 21 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Kebiasaan Pasangan di Pagi Hari yang Dapat Menjaga Keharmonisan
• 20 jam lalubeautynesia.id
thumb
Mantan Guru di Depok Tawarkan Prostitusi Sesama Jenis, Diduga Idap HIV Sejak 2014
• 23 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.