JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia dan Jepang menyepakati kerja sama ekonomi senilai 22 miliar dollar AS atau sekitar Rp 374,1 triliun dalam acara business session yang dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto pada Senin (30/3/2026).
"Bapak Presiden menghadiri acara business session yang pada kali ini ditandatangani sekitar 22 miliar dollar (AS) kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Jepang," kata Menteri Luar Negeri Sugiono di Tokyo, dikutip dari tayangan Kompas TV, Senin (30/3/2026).
Sugiono mengatakan, kesepakatan kerja sama ini menunjukkan bahwa hubungan ekonomi antara Indonesia-Jepang berjalan semakin intens.
Jepang sendiri merupakan salah satu dari mitra dagang terbesar Indonesia.
Baca juga: Prabowo Temui Kaisar Naruhito di Istana Kekaisaran Jepang, Ditutup Jamuan Makan Siang
Indonesia dan Jepang telah menjalin hubungan kerja sama yang komprehensif selama 68 tahun pada sejumlah bidang strategis, mulai dari ekonomi, politik, hingga sosial budaya.
Dalam forum bisnis tersebut, Prabowo juga sempat menyatakan Indonesia tengah melakukan sebuah transformasi khususnya di bidang ekonomi.
Ia membenahi berbagai aturan yang berbelit serta menegakkan hukum agar berinvestasi di dalam negeri menjadi daya tarik.
"Kemudian melakukan streamlining dari peraturan-peraturan dan regulasi-regulasi sehingga diharapkan iklim investasi dan berusaha di Indonesia menjadi semakin kondusif. Ia juga tadi menyampaikan bahwa Indonesia sekarang sedang dalam posisi full gear ahead untuk beralih ke energi terbarukan," kata Sugiono.
Baca juga: Prabowo Disambut Meriah Diaspora di Tokyo, Ada yang Dapat Tanda Tangan
Tak hanya itu, Prabowo menekankan komitmen untuk melakukan transisi energi.
Menurut Prabowo, keamanan dan ketahanan energi menjadi salah satu dari komponen paling penting saat situasi dunia penuh ketidakpastian.
"Beliau sudah menempatkan transformasi energi fosil ke energi terbarukan merupakan suatu hal yang akan dilakukan. Dan dengan kondisi seperti ini program tersebut harus diakselerasi. Jadi itu tadi yang disampaikan," ujar Sugiono.
Prabowo bertemu Kaisar NaruhitoSementara itu, dalam pertemuan dengan Kaisar Naruhito, Prabowo berbicara mengenai hubungan strategis (common interest) antar dua negara, termasuk dalam pertemuan empat mata (tete a tete) sekitar lebih 20 menit.
Pembahasan juga meliputi hubungan antarwarga negara yang tinggal di negara itu.
Kaisar berharap agar warga negara Indonesia yang tinggal di Jepang dapat diperlakukan dengan baik oleh Kerajaan.
Ia pun meminta Indonesia tidak segan-segan menyampaikan permintaan jika ada hal-hal yang menjadi perhatian bersama terkait warga negara.
"Seperti kita ketahui bersama bahwa posisi Kaisar sebagai simbol kenegaraan Jepang. Tidak membicarakan hal-hal yang sifatnya politis, tapi lebih kepada hubungan bilateral, hubungan people to people," kata Sugiono.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




