Sentilan Pedas Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: Birokrasi Kita Kebanyakan Bos yang Cuma Bisa Nyuruh

tvonenews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, membeberkan keberhasilan skema Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. 

Kebijakan yang rutin dilaksanakan setiap hari Kamis tersebut terbukti tidak hanya menghemat biaya operasional, tetapi juga memberikan dampak signifikan pada serapan anggaran.

Dalam keterangannya di Bandung pada Senin (30/3), Dedi Mulyadi mengungkapkan bahwa pola kerja jarak jauh ini justru memicu realisasi belanja anggaran yang melampaui target semula. 

Ia menekankan bahwa tolok ukur kesuksesan ASN kini bukan lagi soal presensi di kantor, melainkan dampak nyata pembangunan bagi publik.

"Kita sudah dari dulu jalankan WFH, efektif. Lihat saja produk pembangunannya, berhasil atau tidak. Selama ini administrasi berjalan dengan baik, kemudian realisasi belanja anggaran malah over," tegas pria yang akrab disapa KDM itu di Gedung Sate.

Keberhasilan ini, menurutnya, menjadi sinyal kuat bahwa birokrasi di Jawa Barat mampu tetap produktif tanpa harus selalu terikat pada meja kerja konvensional. 

Meski demikian, Dedi memberikan catatan tajam mengenai kondisi internal birokrasi saat ini. Ia menilai struktur pemerintahan masih terlalu "gemuk" di tingkat manajerial, namun minim tenaga teknis di lapangan.

"Problem dari kita ini lebih banyak jabatan struktural, lebih banyak fungsi-fungsi yang menyuruh dibanding yang mengerjakan," ujar sang Gubernur Jabar.

Menanggapi hal itu, Dedi berencana melakukan transformasi besar-besaran untuk mengubah postur birokrasi Jabar.

Ke depan, ia ingin memperkuat porsi tenaga teknis agar setiap kebijakan pemerintah dapat tereksekusi dengan cepat dan dirasakan langsung oleh masyarakat, bukan hanya berakhir di meja koordinasi.

Melalui perpaduan efisiensi WFH dan penguatan tenaga teknis, Pemprov Jabar optimis dapat menjaga stabilitas fiskal daerah sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik yang lebih modern.

Di sela-sela momen silaturahmi tersebut, Gubernur Dedi Mulyadi juga menyampaikan permohonan maaf kepada jajaran pegawainya. 

Ia pun mengingatkan seluruh staf untuk fokus menghadapi agenda penting dalam waktu dekat, mulai dari penyusunan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) hingga proses audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). (ant/dpi)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Panas! Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Menentang Trump di Berbagai Kota
• 16 jam laluviva.co.id
thumb
Adopsi Kendaraan Listrik Dipercepat untuk Redam Lonjakan Harga Minyak
• 16 jam lalurepublika.co.id
thumb
Ketemu Kaisar Naruhito, Prabowo tak Bahas Politik: Dikenalkan ke Putra Mahkota
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
KPK Ungkap Peran Ketum Kesthuri Cs dalam Korupsi Kuota Haji
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tiga Eks OPM Kembali ke NKRI, Ikrar Setia Digelar di Sinak Papua
• 21 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.