JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) yang meningkat di berbagai wilayah Indonesia pada periode 1-7 April 2026.
Fenomena ini dapat memicu hujan lebat, petir, hingga gangguan penerbangan yang dapat menggangu perjalanan.
BMKG menjelaskan, awan Cumulonimbus merupakan awan konvektif yang identik dengan cuaca ekstrem.
Baca Juga: Prospek Cuaca Sepekan ke Depan 31 Maret-6 April, BMKG Prediksi Sejumlah Wilayah Masih Hujan Lebat
Awan ini dapat menghasilkan hujan intensitas tinggi dalam waktu singkat, disertai kilat atau petir, angin kencang, bahkan badai guntur.
Dalam dunia penerbangan, awan Cb juga dikenal sebagai salah satu faktor utama penyebab turbulensi dan gangguan saat pesawat lepas landas maupun mendarat.
Berdasarkan prakiraan BMKG, wilayah dengan potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus tertinggi atau kategori Frequent (cakupan lebih dari 75 persen) berada di Jambi dan Sumatera Barat.
Artinya, peluang terbentuknya awan hujan di wilayah tersebut cukup sering dan berpotensi menimbulkan cuaca ekstrem.
Sementara itu, sebagian besar wilayah Indonesia masuk kategori Occasional atau cakupan 50-75 persen.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca BMKG DKI Jakarta Besok 1 April 2026, Hujan Berpotensi Terjadi Siang hingga Sore
Wilayah tersebut meliputi hampir seluruh Pulau Jawa, Bali, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- awan Cumulonimbus Indonesia
- BMKG April 2026
- cuaca ekstrem Indonesia
- hujan lebat April 2026
- gangguan penerbangan cuaca
- turbulensi pesawat BMKG





