Isu Kenaikan BBM, Antrean SPBU Swasta di Jakbar Meluber ke Jalan

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – Sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta di kawasan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, diserbu pengendara pada Selasa (31/3/2026) sore.

Antrean kendaraan pun mengular hingga ke badan jalan, diduga dipicu kabar kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi yang beredar di media sosial.

Berdasarkan pantauan Kompas.com di dua SPBU swasta di Jalan Daan Mogot, antrean kendaraan roda dua dan roda empat terlihat mengular hingga ke jalan arteri.

Baca juga: Ada Isu Kenaikan BBM, Antrean Kendaraan Mengular di SPBU Gading Serpong

SPBU pertama adalah BP-AKR yang berada di sisi Jalan Daan Mogot arah Grogol. Di lokasi ini, antrean sepeda motor mencapai lebih dari 20 kendaraan dan meluber ke badan jalan. Antrean mobil juga terlihat, meski tidak sepanjang antrean motor.

Kondisi serupa terjadi di SPBU Vivo yang berada di seberang lokasi tersebut. Pengendara rela mengantre lebih dari 15 menit untuk mengisi bahan bakar.

Rizki (27), warga Grogol Petamburan, mengaku sengaja mengantre sepulang kerja meski bahan bakar motornya masih tersisa. Pasalnya, ia mendengar kabar bahwa harga BBM non-subsidi akan naik mulai Rabu (1/4/2026).

"Belum habis sih masih setengah, tapi katanya kan besok naik, jadi penuhin dulu aja, namanya anak kos-kosan mah beda sedikit aja berasa banget buat bensin," kata Rizki kepada Kompas.com di lokasi, Selasa.

Rizki mengaku memperoleh informasi tersebut dari dokumen yang beredar di media sosial dengan cap bertuliskan rahasia. Menurut dia, dokumen itu terlihat meyakinkan karena mencantumkan kop surat Danantara Indonesia.

"Kayaknya sih benar ya, tapi enggak tahu juga sih belum liat berita. Tapi karena kondisinya lagi perang, jadi enggak heran juga kayaknya kalau naik," ucap Rizki.

Sementara itu, Arbi (28), warga lainnya, mengaku khawatir setelah melihat kabar kenaikan harga BBM hingga Rp 5.000 per liter untuk jenis RON 92. Ia mengaku enggan beralih ke BBM subsidi karena trauma dengan isu bensin oplosan.

Baca juga: Dasco: Masyarakat Tak Perlu Antre di SPBU, Harga BBM Masih Sama

"Saya sebagai pengguna (SPBU) swasta panik juga sih kalau naiknya beneran Rp 5.000 per liter, soalnya enggak percaya mau pakai Pertalite tuh gara-gara kasus oplosan, jadi selalu pakai yang (RON) 92," ucap Arbi.

Meski demikian, Arbi menegaskan tidak ingin melakukan pembelian berlebihan (panic buying) karena informasi tersebut belum terkonfirmasi.

Ia mengisi BBM pada sore hari karena tangki motornya memang sudah hampir kosong setelah digunakan untuk aktivitas kerja.

"Kalau bisa jangan sampai ada panic buying lah, walaupun ya di satu sisi pemerintah juga jangan sampai naikin yang mahal banget gitu. Tapi kita sebagai masyarakat juga jangan sampai panik buying dan malah bikin krisis BBM nanti," kata Arbi.

Salah satu petugas SPBU, Budi (bukan nama sebenarnya), mengungkapkan lonjakan jumlah pelanggan sudah terjadi sejak Selasa pagi. Menurut dia, sebagian besar pengendara datang karena terpengaruh kabar kenaikan harga BBM.

"Memang dari pagi tadi tiba-tiba rame sih. Sebenarnya dari kemari, tapi tadi pagi itu mulai rame banget nya. Rata-rata pada nanyain Bang bener nggak sih besok naik harganya gitu," ucap Budi.

Namun, ia menegaskan hingga saat ini belum ada informasi resmi dari perusahaan terkait kenaikan harga BBM.

Baca juga: Polisi Buru 4 Perampok SPBU di Babelan Bekasi

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Enggak tahu juga ya tapi sampai saat ini belum ada info apa-apa dari kantor juga. Biasanya kan kalau misalnya ada kenaikan berapa juga kita diinfo begitu mau naiknya, misalnya Rp 200, Rp 300, diinfo. Apalagi nih Katanya naiknya sampai gede kan sampai Rp 5.000-an gitu," ujarnya.

Budi juga memastikan stok BBM di SPBU tempatnya bekerja masih dalam kondisi aman dan tidak mengalami kelangkaan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dari Nuklir Hingga Internet: Iran Diserang Total, Dunia Masuk Era Perang Baru
• 5 jam laluerabaru.net
thumb
Korea Selatan Akan Sediakan Pembalut Gratis untuk Perempuan di Ruang Publik
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Malapetaka Baru Hantam Pakistan-Afghanistan, Korban Jiwa Berjatuhan
• 3 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Jadwal Kapal Pelni KM Kelud April 2026: PP Jakarta-Belawan
• 58 menit lalumedcom.id
thumb
Pemkab Bangka Bentuk Satgas Karhutla
• 58 menit lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.