CELEBESMEDIA.ID, Makassar – Isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) per 1 April memicu antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di wilayah Makassar, Maros, dan Gowa, Selasa (31/3) sore.
Pantauan Celebesmedia, salah satu SPBU di Maccopa, Maros, dipadati kendaraan roda dua dan roda empat. Antrean bahkan terlihat melewati batas pagar SPBU hingga berdampak pada arus lalu lintas di sekitar lokasi.
Sejumlah pengendara mengaku harus mengantre cukup lama demi mendapatkan BBM jenis Pertalite. Salah satunya, Muhammad, pengendara roda empat yang rela menunggu berjam-jam.
“Antre sudah berjam-jam. Untungnya tetap kebagian Pertalite. Katanya harga BBM tidak naik, tapi saya tetap isi full tank karena khawatir besok ada kenaikan,” ujarnya.
Kondisi serupa juga terjadi di beberapa SPBU di Kota Makassar. Di SPBU Talasalapang dan Jalan Alauddin, antrean kendaraan terlihat mengular, baik di jalur pengisian Pertalite maupun Pertamax.
Lia, salah seorang pengendara, mengaku harus bersabar menghadapi antrean panjang demi memastikan kendaraannya tetap terisi BBM.
“Memang harus sabar antre, tapi syukurlah masih dapat. Tadi sempat singgah di SPBU Jalan Pettarani, tapi stok Pertalite kosong, akhirnya ke Talasalapang,” katanya.
Kondisi serupa juga terpantau di SPBU Pallangga, Gowa. Sejumlah kendaraan mengantre, khususnya di bagian pengisian pertalite.
Fenomena antrean ini diduga kuat dipicu kekhawatiran masyarakat terhadap rencana kenaikan harga BBM yang santer beredar akan berlaku mulai 1 April. Meski belum ada pengumuman resmi terkait kenaikan tersebut, isu yang berkembang di masyarakat sudah cukup membuat warga berbondong-bondong mengisi bahan bakar.
Selain berdampak pada kepadatan di area SPBU, antrean panjang juga memperlambat arus kendaraan di jalan sekitar, terutama pada jam sibuk sore hari.
Hingga saat ini, masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan sambil menunggu kepastian kebijakan resmi dari pemerintah terkait harga BBM per 1 April.
Sebelumnya diberitakan pemerintah memastikan bahwa harga bahan bakar minyak (BBM), baik subsidi maupun non-subsidi, tidak akan mengalami kenaikan dalam waktu dekat.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa keputusan tersebut diambil setelah adanya koordinasi intensif antara pemerintah, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta PT Pertamina.
"Bapak Presiden selalu mengedepankan kepentingan rakyat dan kepentingan masyarakat di dalam mengambil sebuah keputusan. Oleh karena itulah Pertamina menyatakan bahwa Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga baik untuk BBM subsidi maupun BBM non subsidi," kata Prasetyo, dikutip Antara, Selasa (31/3).

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5437191/original/096085100_1765240420-7983aa61-dd3b-4a18-9273-42e9544bf8e8.jpeg)

