Komisi VI DPR RI Apresiasi Kinerja BUMN Tambang

mediaindonesia.com
1 jam lalu
Cover Berita

PIMPINAN Komisi VI DPR RI, Nurdin Halid, memberikan apresiasi terhadap kinerja BUMN tambang, termasuk PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM), yang dinilai tetap mampu menjaga kinerja positif di tengah tekanan harga komoditas global sepanjang 2025.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI, Selasa (31/3), Nurdin menegaskan sektor pertambangan memiliki peran strategis dalam mendorong hilirisasi mineral dan transformasi ekonomi nasional berbasis nilai tambah. “Sektor pertambangan menjadi tulang punggung dalam membangun rantai pasok industri dari hulu hingga hilir,” ujar Nurdin.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan tata kelola, termasuk dalam pengelolaan emas, serta mendorong perusahaan seperti ANTAM untuk berperan aktif dalam program strategis nasional, termasuk pelibatan koperasi dalam ekosistem tambang.

Baca juga : Teken GSPA 6 Ton per Tahun dengan Merdeka Group, ANTAM Komitmen Perkuat Kedaulatan Emas Nasional

Menurutnya, praktik penambangan ilegal, khususnya emas, dapat diselesaikan melalui pendekatan koperasi sebagaimana telah dilakukan oleh PT Timah.

“Dengan skema koperasi, diharapkan para penambang mendapatkan manfaat yang lebih adil sekaligus mengurangi praktik perantara yang merugikan,” katanya.

PERKUAT TATA KELOLA BISNIS
Sementara itu, Direktur Utama ANTAM, Untung Budiarto, menyampaikan perseroan terus memperkuat tata kelola bisnis emas melalui strategi transparansi dan pengembangan kanal penjualan yang terintegrasi.

Baca juga : Harga Emas Antam Diprediksi Menguat, Menuju Rp3.052.000 per Gram pada 24 Februari 2026

Menurut Untung, ANTAM mengadopsi pendekatan omnichannel untuk menjangkau pasar yang lebih luas, baik segmen korporasi (B2B) maupun ritel (B2C). “Ini adalah kanal penjualan ANTAM yang terbagi menjadi B2B dan B2C, mencakup emas fisik, jasa emas, dan emas digital,” ujarnya.

Pada segmen B2B, ANTAM melayani pelanggan korporasi dan wholesale, termasuk layanan pemurnian dan analisa emas, serta platform emas digital Brankas untuk korporasi.

Adapun pada segmen ritel, penjualan dilakukan melalui Butik Emas Logam Mulia (BELM), pameran, hingga kanal digital seperti website resmi dan berbagai platform e-commerce.

“Penjualan emas juga dilakukan melalui berbagai platform e-commerce seperti Tokopedia dan Shopee, serta layanan emas digital Brankas untuk segmen individu,” katanya.

TRANSFORMASI BISNIS
Untung menjelaskan, integrasi kanal fisik dan digital ini menjadi bagian dari transformasi bisnis perusahaan.

Selain itu, ANTAM juga meningkatkan transparansi dengan menghadirkan informasi stok emas secara real-time yang dapat diakses melalui mesin antrean, website, dan layar di BELM. “Inovasi ini membuat informasi lebih terbuka bagi pelanggan,” ujarnya.

ANTAM juga menghadirkan inovasi ATM Emas (ATGM) yang memungkinkan transaksi langsung oleh pelanggan dengan nominal kecil, sekaligus meminimalkan intervensi manusia.

Lebih lanjut, sistem antrean pembelian emas kini telah berbasis online dengan pengamanan berlapis, meskipun tetap menyediakan opsi offline sebagai bagian dari skema hybrid.

Untung menegaskan seluruh transaksi emas ANTAM telah menggunakan sistem terintegrasi yang dapat diaudit. “Seluruh transaksi telah menggunakan sistem terintegrasi, tercatat, dapat diaudit, serta didukung dengan sidak rutin oleh Kantor Pusat,” tegasnya. (Ant/E-2)

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bersiap Menghadapi El Nino ”Godzilla” 2026
• 14 jam lalukompas.id
thumb
MenPAN-RB soal WFH 1 Hari Sepekan: Bukan Pengurangan Jam Kerja
• 6 jam laludetik.com
thumb
Lebih Baik Makan Apel dengan Kulitnya atau Dikupas Dulu?
• 4 jam lalubeautynesia.id
thumb
BSSN napak tilas sejarah persandian ke situs Rumah Sandi Dukuh DIY
• 7 jam laluantaranews.com
thumb
Isu Berseteru Dibantah, Ini Alasan Sebenarnya Zara Keluar dari Sinetron
• 16 menit lalueranasional.com
Berhasil disimpan.