Isu krisis energi global imbas konflik Iran mulai terasa hingga ke pasar motor listrik domestik. Kekhawatiran masyarakat terhadap ketersediaan dan harga bahan bakar minyak (BBM) disebut mendorong peralihan ke kendaraan listrik, termasuk motor listrik Polytron.
Head of Group Product Polytron EV Two Wheel, Ilman Fachrian Fadly, mengungkapkan bahwa tren tersebut berdampak langsung pada penjualan motor listrik Polytron. Menariknya, lonjakan permintaan justru mulai terasa setelah periode Lebaran 2026.
Menurut Ilman, peningkatan penjualan terlihat cukup signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Hal ini diduga berkaitan dengan kekhawatiran masyarakat terhadap isu BBM yang ramai diperbincangkan.
“Iya, sebenarnya ada pengaruhnya. Setelah Lebaran justru yang paling signifikan, kenaikannya lumayan berasa. Mungkin karena kekhawatiran soal isu BBM,” ujar Ilman saat dihubungi kumparanOTO, Selasa (31/3/2026).
Ia menjelaskan, bila dibandingkan dengan periode sebelumnya, rata-rata penjualan harian mengalami kenaikan cukup tajam. Bahkan, secara kasar peningkatannya disebut mencapai sekitar 50 persen.
“Kalau dari rata-rata per hari sih sekitar 50 persenan. Ini juga masih berkembang terus karena datanya belum final,” katanya.
Dari sisi produk, Ilman menyebut model yang paling banyak diminati konsumen saat ini adalah seri Fox. Dua varian yang paling dominan diburu pasar yakni Fox 350 dan Fox 200.
“Yang paling banyak dicari Fox 350 sama Fox 200,” ungkapnya.
Adapun dari sisi persebaran wilayah, peningkatan permintaan disebut terjadi cukup merata di berbagai daerah. Namun, ada satu wilayah yang menunjukkan lonjakan lebih tinggi dibandingkan lainnya.
Ilman mengatakan Kalimantan menjadi salah satu daerah dengan pertumbuhan permintaan paling menonjol. Meski bukan pasar baru, peningkatan di wilayah tersebut dinilai cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
“Sebetulnya sudah lama ada di sana, tapi akhir-akhir ini permintaannya mulai meningkat. Kalimantan salah satunya yang cukup terasa,” jelas Ilman.
Dengan tren ini, motor listrik dinilai semakin dilirik sebagai alternatif mobilitas di tengah ketidakpastian pasokan energi fosil. Bila kondisi global terus berlanjut, bukan tidak mungkin permintaan kendaraan listrik akan terus mengalami peningkatan dalam waktu dekat.





