Pramono: Transaksi Imlek-Lebaran Capai Rp67,5 Triliun, Ekonomi Jakarta Menguat

tvrinews.com
9 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Krisafika Taraisya Subagio

TVRINews, Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan pertumbuhan ekonomi Jakarta selama periode Imlek hingga Idulfitri 2026 menunjukkan kinerja yang solid. Hal ini tercermin dari tingginya perputaran uang dan aktivitas konsumsi masyarakat sepanjang momen hari besar keagamaan tersebut.

Pramono menyebut program Jakarta Festive Wonders (JFW) menjadi salah satu motor utama penggerak ekonomi. Program yang melibatkan 101 pusat perbelanjaan itu berhasil mencatatkan transaksi fantastis mencapai Rp67,5 triliun.

"Ini rekor yang luar biasa. Artinya daya beli masyarakat Jakarta masih sangat kuat," ujar Pramono dalam keterangan tertulis, dikutip tvrinews.com dari laman Pemprov DKI Jakarta, pada Rabu, 1 April 2026.

Selain itu, program "Mudik ke Jakarta" juga memberikan dampak positif. Berkat kerja sama dengan sejumlah pihak seperti maskapai, operator transportasi, dan sektor perhotelan, program tersebut mencatat transaksi lebih dari Rp20 miliar. Dampaknya terasa langsung pada peningkatan aktivitas di pusat perbelanjaan, destinasi wisata, hingga sektor kuliner.

Kemudian Pramono menjelaskan, rangkaian hari besar seperti Imlek, Nyepi, Ramadan, hingga Idulfitri menjadi faktor penting dalam mendorong penerimaan daerah pada triwulan I 2026.

Realisasi pajak daerah bahkan melampaui target, mencapai 100,28 persen atau sebesar Rp7,3 triliun. Sementara itu, retribusi daerah juga terealisasi sesuai target sebesar Rp113,4 miliar.

Di sisi lain, Pemprov DKI Jakarta juga melakukan langkah antisipatif untuk menjaga kelancaran aktivitas pasca-Lebaran, khususnya di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok. Salah satunya dengan menyediakan buffer area parkir kendaraan logistik seluas sekitar lima hektare yang mampu menampung hingga 200 kendaraan.

Fasilitas tersebut diberikan secara gratis selama satu minggu sejak 30 Maret 2026, dengan estimasi pembebasan retribusi mencapai Rp150 juta hingga Rp200 juta.

"Kebijakan ini untuk mencegah penumpukan kendaraan di badan jalan. Alhamdulillah, sampai saat ini aktivitas di Tanjung Priok berjalan lancar," jelasnya.

Lebih lanjut, Pramono juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menjaga kelancaran selama periode mudik dan arus balik Lebaran. Ia menilai kolaborasi lintas instansi menjadi kunci suksesnya pengendalian aktivitas masyarakat di Jakarta.

"Terima kasih kepada TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan semua pihak. Mudik dan arus balik tahun ini berjalan aman dan lancar," ungkapnya.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Lebih Baik Makan Apel dengan Kulitnya atau Dikupas Dulu?
• 22 jam lalubeautynesia.id
thumb
Pemerintah Siapkan Program Perumahan untuk Kelas Menengah
• 2 jam lalutvrinews.com
thumb
Setelah Prabowo Bertemu PM Jepang
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Pelindo Regional 4 Layani 758.000 Penumpang Selama Lebaran 2026, Naik 10,41% YoY
• 7 jam lalueranasional.com
thumb
PBNU Seharusnya Bersuara Lantang Merespons Kasus Andrie Yunus
• 4 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.