RI Catat Surplus Neraca Perdagangan US$1,28 Miliar di Februari 2026, 70 Bulan Berturut-turut

viva.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, Ateng Hartono melaporkan, neraca dagang Indonesia pada Februari 2026 mencatatkan surplus sebesar US$1,28 miliar, dan menjadi surplus selama 70 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

Dia merinci, surplus sebesar US$1,28 miliar pada Februari 2026 itu ditopang oleh ekspor yang mencapai US$22,17 miliar dan impor sebesar US$20,89 miliar.

Baca Juga :
Inflasi Bulan Maret Diprediksi Turun ke Kisaran 3,5 Persen, Efek Lebaran dan Harga BBM Jadi Sorotan
Pasar Lesu! IHSG Melemah 37 Poin, Intip 3 Saham LQ45 Tetap Kinclong

"Pada Februari 2026 neraca perdagangan barang surplus US$1,28, dan mencatat surplus 70 bulan berturut-turut sejak Mei 2020," kata Ateng dalam telekonferensi pers, Rabu, 1 April 2026.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono
Photo :
  • [tangkapan layar]

Dia menjelaskan, surplus pada bulan Februari 2026 ini lebih didorong oleh surplus pada komoditi non-migas, yaitu sebesar US$2,19 miliar.

"Dimana komoditas penyumbang surplus untuk non-migas yaitu yang pertama lemak dan minyak hewan nabati, berikutnya bahan bakar mineral atau HS27, serta juga dari besi dan baja HS72," ujarnya.

Pada saat yang sama, Ateng juga melaporkan bahwa neraca perdagangan komoditas migas tercatat defisit sebesar US$0,92 miliar. Dimana beberapa komoditi penyumbang defisitnya terutama yaitu dari komoditas minyak mentah, komoditas dari hasil minyak, dan juga dari komoditas gas.

Sementara neraca perdagangan kumulatif pada bulan Januari hingga Februari 2026, mencatat bahwa hingga Februari 2026 neraca perdagangan barang mencapai surplus sebesar US$2,23 miliar.

"Surplus sepanjang Januari sampai Februari tahun 2026 itu terutama ditopang oleh surplus komoditi non-migas, yaitu sebesar US$5,42 miliar," kata Ateng.

"Sementara untuk komoditi migas tercatat mengalami defisit sebesar US$3,19 miliar," ujarnya.

Baca Juga :
IHSG Sesi I Turun 26 Poin, Intip 3 Saham Top Gainers di Jajaran LQ45
BI Catat Uang Beredar di Februari 2026 Capai Rp10.089,9 Triliun
IHSG Menguat Tembus 7.199 Ditopang Lonjakan Pesat Sektor Energi

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tanker Menuju Qingdao, Tiongkok, Diserang Drone Iran Saat Berlabuh di Pelabuhan Dubai
• 1 jam laluerabaru.net
thumb
Antrean BBM Mengular, Warga Khawatir Harga Naik 1 April
• 23 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Satroni Istri Orang Tengah Malam, Oknum Perangkat Desa di Sidoarjo Digerebek Warga
• 4 jam lalurctiplus.com
thumb
Menkeu AS: AS Akan Menguasai Selat Hormuz untuk Menjamin Kebebasan Pelayaran
• 38 menit laluerabaru.net
thumb
BI Targetkan Penerapan Transaksi QRIS di China Mulai Mei 2026
• 1 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.