Pemprov DKI Ungkap Alasan Utama Lonjakan Ikan Sapu-Sapu di Sungai Jakarta

kumparan.com
9 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengungkap sejumlah faktor yang menyebabkan populasi ikan sapu-sapu terus meningkat di perairan ibu kota.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, mengatakan peningkatan populasi ikan sapu-sapu tidak lepas dari karakteristik biologis ikan tersebut serta kondisi perairan Jakarta.

“Beberapa faktor utama yang menyebabkan populasi ikan sapu-sapu masih meningkat antara lain kemampuan reproduksi yang tinggi. Ikan sapu-sapu dapat memijah beberapa kali dalam setahun dengan jumlah telur yang cukup banyak, yaitu antara 604-1227 butir per individu betina,” ujar Hasudungan saat dikonfirmasi pada Selasa (31/3).

Selain itu, Hasudungan mengatakan kondisi perairan yang tercemar justru mendukung keberlangsungan hidup ikan sapu-sapu.

“Ketersediaan sumber makan yang melimpah, ikan sapu-sapu dapat hidup dengan memakan berbagai jenis makanan termasuk alga, limbah organik, dan sisa makanan lainnya yang banyak terdapat di perairan Jakarta yang tercemar,” lanjutnya.

Ia juga menyoroti minimnya jumlah predator alami di perairan Jakarta.

“Kurangnya predator alami, di perairan Jakarta, ikan sapu-sapu tidak memiliki banyak predator alami yang dapat mengendalikan populasinya,” katanya.

Ia menyebut, selain faktor alam, peningkatan populasi juga dipengaruhi oleh manusia.

“Pelepasan secara tidak sadar atau sengaja, masih terdapat kasus pelepasan ikan sapu-sapu ke sungai oleh masyarakat yang tidak mengetahui dampak negatifnya,” tambah Hasudungan.

Lebih jauh, ia menilai ledakan populasi ikan sapu-sapu menjadi salah satu indikator menurunnya kualitas ekosistem perairan di Jakarta.

“Ledakan populasi peredaran ikan sapu-sapu di perairan Jakarta dapat menjadi indikator penurunan kualitas ekosistem perairan Jakarta,” ujarnya.

Menurutnya, ikan sapu-sapu memiliki kemampuan adaptasi tinggi terhadap kondisi perairan yang tercemar dan kadar oksigen rendah, sehingga mampu bertahan dibandingkan ikan lokal.

“Ikan sapu-sapu dapat hidup dengan baik di perairan yang tercemar sedangkan ikan lokal yang lebih peka terhadap kondisi lingkungan cenderung menurun atau bahkan hilang. Hal ini membuat ikan sapu-sapu tidak memiliki kompetitor atau predator alami yang cukup untuk mengendalikan populasinya,” jelasnya.

Ia menambahkan, program normalisasi dan naturalisasi sungai yang tengah berjalan di Jakarta diharapkan dapat membantu memperbaiki kualitas ekosistem perairan.

“Program ini secara tidak langsung dapat memperbaiki kondisi pinggir/bibir sungai yang dirusak oleh ikan sapu-sapu. Ketika program ini berjalan dengan baik maka diharapkan kualitas perairan membaik dan bibir/tepi sungai dapat lebih terlindung,” tutupnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Viral di Threads! Siapa Wira Arizona? Profil Jaksa Kejari Karo yang Sebut Editing Seharusnya Rp0
• 12 jam laluharianfajar
thumb
Jelang Persebaya Vs Persita, Bruno Paraiba Diragukan Tampil Penuh
• 22 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Modus Pengedar Uang Palsu di Bogor: Mau Jadi Dukun Pengganda Uang
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Foto: Mereka yang Bertahan Hidup dari Ikan Sapu-Sapu
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Duh! Produksi Beras RI Berisiko Turun 0,38 Juta Ton hingga Mei 2026
• 8 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.