Presiden Prabowo Subianto menuturkan bahwa hubungan Indonesia dengan Korea Selatan (Korsel) sebagai persahabatan yang erat, meski hubungan bilateral tidak lepas dari dinamika pasang surut.
Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam pidatonya di Istana Kepresidenan Blue House, Korea Selatan, Rabu (1/4).
"Dan bagi saya, kunjungan kenegaraan pertama ini sangat penting. Saya menganggap Korea [Selatan] sebagai sahabat yang sangat dekat bagi Indonesia dan saya ingin meningkatkan kerja sama ini," kata Prabowo.
Prabowo menyebut, hubungan jangka panjang antarnegara wajar diwarnai dinamika, termasuk potensi kesalahpahaman.
"Tentu saja, dalam setiap hubungan yang panjang, akan selalu ada pasang surut. Terkadang akan selalu ada kesalahpahaman," ucapnya.
Namun demikian, ia menekankan pentingnya menjaga komunikasi yang jujur dan terbuka untuk memperkuat kerja sama kedua negara.
"Tetapi sebagai sahabat, kita dapat mencapai kolaborasi, mencapai konsensus dengan kejujuran dan dengan keterbukaan. Bahkan di dalam satu keluarga, kita bisa memiliki kesalahpahaman. Tetapi sebagai sahabat, kita dapat mencapai kolaborasi, mencapai konsensus dengan kejujuran dan dengan keterbukaan," tandasnya.





