Lippo (LPKR) Siap Akuisisi Hotel hingga Plaza Total Rp700 Miliar

bisnis.com
4 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) menggenjot ekspansi aset melalui dua rencana transaksi akuisisi properti hotel hingga mal senilai total Rp700 miliar yang dilakukan oleh entitas anak usaha.

Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (1/4/2026), LPKR secara bersamaan menandatangani dua Perjanjian Pengikatan Jual Beli Bersyarat pada 1 April 2026 melalui entitas anak.

Transaksi pertama dilakukan oleh PT Aryaduta Karawaci Management (AKM) yang akan mengakuisisi Hotel Aryaduta Manado dari PT Menara Abadi Megah. Nilai transaksi mencapai SGD41,3 juta atau sekitar Rp543,4 miliar.

Aset yang diakuisisi mencakup tiga bidang tanah seluas sekitar 3.029 meter persegi di Manado, termasuk bangunan hotel dan seluruh perlengkapan yang melekat.

Transaksi kedua dilakukan oleh PT Andromeda Sakti (AS) yang akan mengakuisisi Lippo Plaza Baubau dari PT Buton Bangun Cipta. Nilainya mencapai SGD12 juta atau sekitar Rp157,4 miliar.

Aset tersebut merupakan pusat perbelanjaan yang berlokasi di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara.

Baca Juga

  • Penjualan Rumah Moncer, LPKR Raih Prapenjualan Rp5,32 Triliun
  • Pendapatan Lippo Karawaci (LPKR) Susut 21% di 2025, John Riady Buka Suara
  • Lippo Karawaci (LPKR) Buka Suara Soal Pengunduran Diri Komisaris Independen & Presdir

Kedua entitas pembeli merupakan anak usaha yang seluruh sahamnya dimiliki secara tidak langsung oleh perseroan.

Dalam kedua perjanjian, penyelesaian transaksi akan dilakukan setelah seluruh persyaratan terpenuhi dan disepakati para pihak.

Meski bernilai signifikan secara nominal, perseroan menegaskan bahwa masing-masing transaksi tidak melebihi 20% dari ekuitas perusahaan. Dengan demikian, aksi korporasi ini tidak tergolong sebagai transaksi material sesuai regulasi Otoritas Jasa Keuangan.

Perseroan juga menyatakan tidak terdapat dampak material terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha dari pelaksanaan kedua transaksi tersebut.

Sebelumnya, berdasarkan laporan keuangan konsolidasian yang dikutip Senin (2/3/2026), pendapatan LPKR sepanjang 2025 mencapai Rp9,03 triliun. Realisasi ini merosot tajam 21,5% dibandingkan dengan pada 2024 yang sebesar Rp11,50 triliun. 

Setelah dikurangi pajak final, pendapatan neto justru tercatat sebesar Rp8,84 triliun, turun drastis sebesar 22,1% secara tahunan dibandingkan dengan pada 2024 senilai Rp11,35 triliun.

Penurunan pendapatan ini tercatat turut menggerus profitabilitas perseroan. Laba bruto anjlok 37,8% dari Rp4,79 triliun menjadi Rp2,98 triliun. Tekanan makin terasa di level operasional, di mana laba usaha hanya tersisa Rp655,3 miliar.

Sebagai pembanding, pada 2024 LPKR membukukan laba usaha fantastis Rp20,28 triliun. Namun, angka tersebut ditopang oleh penghasilan lain-lain yang bersifat tidak berulang sebesar Rp21,6 triliun. 

Tanpa komponen tersebut, performa LPKR pada 2025 menunjukkan pelemahan yang signifikan.

Tekanan paling mencolok terlihat pada laba sebelum pajak yang ambles dari Rp19,09 triliun menjadi hanya Rp670,2 miliar. Pada akhirnya, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga merosot drastis dari Rp18,75 triliun menjadi Rp469,5 miliar.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Iran Ancam Serang Meta, Google, Apple, Tuding Terlibat Pembunuhan Pejabat
• 4 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Puting Beliung Mengamuk di Bekasi: 27 Rumah di Cikarang Porak-poranda
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Harga BBM Nonsubsidi Tak Naik, Purbaya Sebut Selisihnya Ditanggung Pertamina
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Ada Dugaan Propaganda di Kasus Amsal Sitepu, Komisi III Akan Panggil Kejari Karo
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Bupati Barru Serahkan Laporan Keuangan 2025, Targetkan Opini Terbaik dari BPK
• 15 jam laluterkini.id
Berhasil disimpan.