PT Timah Mulai Olah Sisa Hasil Produksi, Gandeng Kemendikti

wartaekonomi.co.id
5 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Timah Tbk mulai menggarap pengelolaan sisa hasil produksi (SHP) penambangan timah, yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Langkah ini dilakukan melalui koordinasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), serta sejumlah pihak terkait.

Direktur Utama PT Timah Restu Widiyantoro mengatakan, pengelolaan SHP menjadi salah satu fokus perusahaan dalam pengembangan bisnis.

Selama ini, sisa hasil produksi berupa terak atau sludge, belum dimanfaatkan karena dinilai tidak memiliki nilai ekonomis.

“Kesempatan atau upaya kami saat ini untuk mulai mengelola mineral ikutan yang selama ini disebut terak atau sludge itu, sebagai SHP penambangan timah."

"Itu sebagian besar terbuang atau memang dibuang karena tidak ada nilai ekonomisnya,” ungkap Restu dalam rapat dengan Komisi VI DPR, Jakarta, Selasa (31/3/2026).

Restu menjelaskan, PT Timah mulai melakukan pembahasan dengan berbagai pihak, untuk memanfaatkan sisa hasil produksi tersebut.

Salah satu langkah yang ditempuh adalah menjalin koordinasi dengan Kemendiktisaintek.

“Setelah kami belajar dan berkoordinasi dengan banyak pihak, kami sudah diarahkan oleh Kementerian Dikti untuk mulai mengelola SHP atau sisa hasil produksi untuk mendapatkan hasil yang jauh lebih besar lagi,” tuturnya.

Direktur Pengembangan Usaha PT Timah Suhendra Yusuf Ratu menambahkan, pengelolaan SHP juga masuk dalam kajian pengembangan mineral ikutan, yang saat ini tengah dilakukan perusahaan bersama lembaga riset.

Menurutnya, PT Timah telah menjalin kerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB), untuk melakukan sejumlah kajian terkait pemanfaatan mineral ikutan dan sisa hasil pengolahan timah.

“Kerja sama kami ada tiga poin utama kajian, yaitu eksplorasi mineral ikutan timah, kemudian kajian optimasi pengolahan logam tanah jarang atau LTJ, dan kajian pemanfaatan terak dari hasil pemurnian ataupun peleburan dari logam timah,” papar Suhendra.

Baca Juga: PT Timah Bidik 100 Koperasi untuk Tertibkan Tambang di 2026

Ia mengatakan, sumber logam tanah jarang yang tengah dikaji berasal dari beberapa potensi, termasuk sisa hasil produksi timah.

“Potensi keterdapatan logam tanah jarang itu ada tiga potensi, yaitu dari greenfield, kemudian sisa hasil pengolahan baik darat maupun laut, aluvial dan slag timah,” jelasnya. (*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menjaga yang Tak Kasat Mata: Jejak Meujalateh di Mukim Masjid Baro
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Update Harga Telur Ayam Hari Ini: Bapanas Sebut Stok Melimpah dan Mulai Turun
• 9 jam lalumatamata.com
thumb
945 Calon Haji di Batang Jalani Uji Ketahanan Fisik
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kemenkes Ingatkan Ancaman Campak, Rumah Sakit Diminta Perketat Protokol
• 23 jam lalueranasional.com
thumb
Mendagri Tito Karnavian Sudah Teken Surat Kebijakan WFH
• 23 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.