Sering Dikira Sama, Ini Perbedaan Joki Antre dan Praktik Percaloan

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat akan efisiensi waktu, layanan jasa antre mulai berkembang sebagai solusi praktis untuk mengakses berbagai layanan tanpa harus menunggu secara langsung.

Fenomena ini tumbuh seiring dengan gaya hidup urban yang serba cepat, di mana waktu menjadi sumber daya yang semakin berharga.

Namun, di balik kemudahan tersebut, muncul pula kesalahpahaman di masyarakat, terutama terkait anggapan bahwa jasa joki antre identik dengan praktik percaloan.

Pendiri layanan jasa antre Antriin.id, Elan Setiawan, menegaskan anggapan tersebut tidak tepat karena terdapat perbedaan mendasar antara jasa antre dan praktik calo.

Baca juga: Jasa Joki Antre Kian Diminati, Solusi Praktis atau Cermin Buruknya Layanan Publik?

Berbeda dengan praktik calo

Elan menjelaskan, salah satu tantangan utama dalam menjalankan layanan jasa antre adalah menyamakan pemahaman antara pengguna dan mitra terkait batasan layanan.

Dalam praktiknya, mitra hanya bertugas menggantikan kehadiran fisik dalam antrean, bukan menjamin hasil akhir seperti mendapatkan kuota atau layanan tertentu.

Perbedaan ekspektasi ini kerap menimbulkan kebingungan, terutama bagi pengguna yang belum memahami konsep jasa antre secara utuh.

"Tugas kami bukan harus dapat dan enggak, tahu bagaimana caranya harus lebih cepat atau bagaimana. Nanti berjalanannya waktu mungkin customer akan paham sendiri tentang prosedur-prosedur yang harusnya dipahamin sama customer," ujarnya saat ditemui Kompas.com di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (31/3/2026).

Elan juga mengungkapkan, stigma sebagai praktik percaloan menjadi isu terbesar yang dihadapi layanan ini. Padahal, jasa antre tidak memberikan jaminan hasil, melainkan hanya menggantikan kehadiran fisik dalam antrean sesuai prosedur yang berlaku.

"Jadi agak bergeser orang-orang memahami antrean begitu bagaimana menjelaskannya, kami memang bukan di ranah itu kalau misalkan di rana itu mungkin kita bukan Antriin tapi caloin," kata dia.

Baca juga: Jasa Joki Antre Kian Diminati, Solusi Praktis atau Cermin Buruknya Layanan Publik?

Ragam permintaan dan perilaku pengguna

Seiring berkembangnya layanan, berbagai jenis permintaan dari pengguna mulai bermunculan, termasuk yang berada di luar konteks antrean pada umumnya. 

Menurut Elan, hal ini menunjukkan pemahaman masyarakat terhadap jasa antre masih dalam tahap penyesuaian. Beberapa permintaan bahkan tergolong tidak lazim, seperti pengambilan dokumen sekolah.

"Ada yang sebenarnya di awal-awal itu ada permintaan untuk ambilkan pin di sekolah ternyata di Surabaya, nah terus ada juga yang minta tolong diambilkan rapor. Iya memang antre, tapi bukan untuk ngambilin rapor juga, netizen-netizen Indonesia suka aneh-aneh,' ungkapnya.

Ia kembali menegaskan, layanan yang dijalankan tidak berkaitan dengan praktik percaloan.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Antre ini bukan calo. Tugas mitra hanya menjalankan sesuai deskripsi, bukan menjamin hasil atau mempercepat proses," ujar Elan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Scotney dan Flores naik ring untuk penyatuan empat gelar juara dunia
• 6 jam laluantaranews.com
thumb
Swasembada Daging Bukan Sekedar Wacana, MAF Polbangtan Kementan Beberkan Strateginya
• 4 jam laluterkini.id
thumb
Cegah banjir, SDA Jaktim keruk 400 kubik lumpur di Phb Sangkuriang
• 8 jam laluantaranews.com
thumb
Masa Penahanan Richard Lee Diperpanjang 40 Hari
• 7 jam laludetik.com
thumb
Sleepmaxxing: Tren Mengoptimalkan Tidur, Kebutuhan Tubuh atau Obsesi Baru?
• 21 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.