IHSG Ditutup Naik Dipicu Sinyal Deeskalasi Konflik Timur Tengah

suarasurabaya.net
2 jam lalu
Cover Berita

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) terpantau naik dalam penutupan perdagangan pada Rabu (2/4/2026) sore.

Menurut penilaian Nico Demus alias Nico Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus, kenaikan ini dipicu oleh pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bahwa AS dapat mengakhiri keterlibatan militernya di Iran dalam waktu 2-3 pekan.

Melansir dari Antara IHSG ditutup menguat 136,22 poin atau 1,93 persen ke posisi 7.184,44. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 10,98 poin atau 1,53 persen ke posisi 726,79.

“Sentimen ini dilatarbelakangi pernyataan Presiden AS Donald Trump bahwa AS dapat mengakhiri keterlibatan militernya di Iran dalam waktu dua hingga tiga minggu,” ujar Nico, Rabu (2/4/2026).

Di kesempatan yang lain, Masoud Pezeshkian Presiden Iran dikabarkan telah menyatakan kesediaan untuk mengakhiri perang dengan sejumlah syarat tertentu.

“Tentunya kondisi ini memberikan sebuah harapan meredanya ketegangan antara AS dengan Iran,” ujar Nico.

Dari dalam negeri, data indeks manufaktur cenderung stagnan dari bulan sebelumnya tetapi masih menunjukkan fase ekspansi. S&P Global melaporkan bahwa Indeks PMI (Purchasing Manager’s Index) Manufaktur Indonesia tercatat turun ke level 50,1 pada Maret 2026, padahal pada Februari lalu, masih tercatat di level 53,8.

“Penurunan tersebut tidak terlepas dari ketidakpastian akibat konflik geopolitik, gangguan rantai pasok, serta kenaikan harga bahan baku,” jelas Nico.

Di sisi lain, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan posisi neraca perdagangan bulan Februari mencatatkan adanya sisi positif yang dapat menopang ketahanan eksternal perekonomian Indonesia karena pada bulan ini mencatatkan surplus sebesar 1,28 miliar dolar AS.

Jika melihat laju inflasi saat ini, meunjukkan kestabilan, karena BPS juga melaporkan laju inflasi bulan Maret sebesar 0,41 persen month to month (mtm) dan sebesar 3,48 persen year on year (yoy), atau masih dalam rentang target Bank Indonesia (BI) yang berkisar 2,5 plus minus 1 persen.

Menurut pantauan di Indeks Sektoral IDX-IC, sejumlah sektor yang menguat adalah sektor industri yang naik sebesar 5,57 persen, diikuti oleh sektor barang konsumen non primer dan sektor barang baku yang naik masing-masing sebesar 5,01 persen dan 3,59 persen. Sedangkan satu sektor melemah yaitu sektor kesehatan yang turun sebesar 0,14 persen.

Lalu untuk saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu CHEM, ALKA, YPAS, KOCI dan BULL. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni DATA, NZIA, WEHA, TALF dan ATAP. (ant/mar/ham/rid)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kebijakan Pemerintah Efisiensi Besar-besaran Imbas Perang di Timur Tengah
• 11 jam lalunarasi.tv
thumb
Cegah banjir, SDA Jaktim keruk 400 kubik lumpur di Phb Sangkuriang
• 7 jam laluantaranews.com
thumb
Zodiak dengan Love Language Receiving Gift
• 42 menit lalubeautynesia.id
thumb
Kuota Habis? Ini Fitur agar Tetap Bisa Akses Internet
• 2 jam laluharianfajar
thumb
RI Fokus Gaet Wisatawan Asia Timur dan ASEAN Imbas Konflik Timteng
• 5 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.