Terkait Gugurnya TNI di Lebanon, RI Diminta Tidak Sekadar Mengecam

republika.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Tiga personel TNI gugur akibat serangan Israel di Lebanon, Aqsa Working Group (AWG) meminta pemerintah Republik Indonesia (RI) tidak sekadar mengecam karena kecaman saja tidak akan menghentikan kejahatan Israel. Untuk itu, AWG meminta RI untuk mengambil langkah tegas dan terukur dalam membela kehormatan serta kedaulatan bangsa.

"Penyerangan terhadap kontingen Indonesia merupakan penyerangan terhadap negara Republik Indonesia, oleh karena itu, pemerintah tidak boleh berhenti pada sikap mengecam semata, melainkan harus mengambil langkah tegas dan terukur dalam membela kehormatan serta kedaulatan bangsa," kata Ketua Presidium AWG, Muhammad Anshorullah kepada Republika, Rabu (1/4/2026)

Baca Juga
  • Peduli Palestina: PPDI PT IPC Terminal Peti Kemas Salurkan Bantuan Melalui Adara
  • Menteri Imipas Lantik Dirjen Imigrasi hingga Staf Ahli
  • Emir Madinah: Melayani Jamaah Haji dan Umrah Komitmen Mendalam bagi Arab Saudi
AWG juga menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI yang dibunuh Zionis Israel saat menjalankan tugas sebagai pasukan perdamaian PBB (UNIFIL). AWG mendoakan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan.

Anshorullah menegaskan bahwa AWG mengapresiasi dedikasi dan pengorbanan prajurit TNI dalam menjalankan misi kemanusiaan dan perdamaian dunia sebagai bentuk komitmen Indonesia dalam menjaga stabilitas global.

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Netanyahu Tak Ingin Nego dengan Iran: Kami Akan Hancurkan Rezim Teror
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Abu Bakar Pernah Dimarahi Rasulullah, Ini Penyebabnya
• 24 menit lalurepublika.co.id
thumb
Dukcapil Prediksi Pendatang Baru di Jakarta Turun Pascalebaran 2026
• 2 jam laludisway.id
thumb
Kasus Cerai karena Poligami di RI 2025 Capai 959: Terbanyak di Jatim dan Jabar
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Cirebon Wajibkan Warga Pakai Baju Adat Pada 2 April, Hari Jadi Tak Boleh Lagi Elitis
• 11 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.