Bima Arya Dorong Efisiensi dan Reformasi BUMD Secara Menyeluruh

detik.com
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menegaskan komitmen pemerintah untuk mendorong efisiensi birokrasi sekaligus mempercepat reformasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Hal ini dilakukan guna mewujudkan tata kelola yang lebih akuntabel dan adaptif.

Pasalnya, Bima menyoroti posisi strategis BUMD yang memiliki potensi besar, tetapi belum sepenuhnya diimbangi dengan kondisi kesehatan perusahaan yang optimal.

Berdasarkan data Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), kinerja BUMD sektor jasa air minum dan aneka usaha masih didominasi kategori belum sehat, dengan rincian 21,1 persen tidak sehat, 36,8 persen kurang sehat, dan hanya 42 persen yang tergolong sehat.

"BUMD ini adalah salah satu aset sekaligus sumber persoalan terbesar di Republik ini. Dengan jumlah aset yang ada semestinya sangat potensial, tetapi tidak diiringi juga dengan BUMD yang sehat," ujar Bima, dalam keterangan tertulis, Rabu (1/4/2026).

Hal itu disampaikannya dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi II DPR RI ke PT Bank Sumut di Kantor Pusat PT Bank Sumut, Medan.

Baca juga: Pemerintah Kebut Pemetaan Lahan Sawah Dilindungi di 17 Provinsi

Lebih lanjut, sebagai respons atas kondisi tersebut, pemerintah bersama Komisi II DPR RI tengah menyiapkan langkah penataan melalui penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) BUMD. Kebijakan ini diharapkan menjadi fondasi penguatan tata kelola sekaligus menjawab berbagai tantangan yang selama ini dihadapi BUMD di daerah.

Menurutnya, regulasi tersebut akan membawa sejumlah perubahan mendasar, salah satunya pemisahan indikator kinerja antara aspek finansial dan pelayanan publik yang selama ini masih bercampur.

"Pertama diusulkan pada nanti akan ada pemisahan antara KPI yang sifatnya finansial, financial report, ataupun pelayanan publik. Karena selama ini bercampur aduk," jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga mendorong pemisahan peran pemerintah daerah (Pemda) sebagai regulator dan pemilik modal guna menciptakan tata kelola yang lebih profesional serta menghindari konflik kepentingan.

Baca juga: Mendagri Tekankan Pentingnya Peningkatan Kinerja ASN Pasca Libur Lebaran

Bima menambahkan fleksibilitas dalam pengelolaan aset dan akses pemodalan menjadi bagian penting agar BUMD lebih adaptif dalam mengembangkan usaha.

"Dan ketiga adalah akses pemodalan dan pengelolaan aset yang lebih fleksibel. Jadi tidak kaku," tambahnya.

Ia menegaska seluruh langkah tersebut bermuara pada upaya memperkuat tata kelola pemerintahan serta pengelolaan keuangan daerah yang lebih akuntabel.

"Ini semua muaranya adalah untuk menghadirkan tata kelola pemerintahan, pengelolaan keuangan yang lebih akuntabel," pungkasnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Ketua Komisi II DPR RI Bahtra Banong, Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dede Yusuf Macan Effendi, Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution, Direktur Utama PT Bank Sumut Heru Mardiansyah, serta pihak terkait lainnya.




(akd/ega)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Terjadi Saat Salat Isya, Ini Kronologi Gugurnya Praka Farizal dalam Misi UNIFIL di Lebanon
• 14 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Warga Berharap Harga BBM Tak Naik
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Pemkot Yogyakarta Raih Opini WTP ke-17 Berturut-turut dari BPK
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Ravel Bocorkan Standar Konser Avenged Sevenfold di Jakarta, Show di Amerika Latin Jadi Patokan
• 6 jam lalugrid.id
thumb
DPR Usulkan Insentif Rp2–5 Juta untuk 638 Ribu Guru Madrasah Swasta yang Terhambat Jadi ASN
• 22 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.