Industri asuransi diperkirakan akan terdampak signifikan oleh fenomena El Nino ekstrem atau El Nino Godzilla. Ketua Umum Komunitas Penulis Asuransi Indonesia (Kupasi), Azuarini Diah Parwati, menyebut terdapat tiga lini usaha yang akan mengalami tekanan paling besar, terutama yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap perubahan cuaca dan risiko kebakaran.
“Yang paling terdampak adalah asuransi properti, pertanian, dan business interruption—tiga lini yang paling rentan terhadap kekeringan ekstrem dan kebakaran,” ujarnya kepada Warta Ekonomi, Rabu (1/4/2026).
Selain itu, lini asuransi lain seperti engineering juga dinilai akan terdampak karena berkaitan dengan operasional proyek dan infrastruktur yang sensitif terhadap kondisi lingkungan.
“Dampak utama akan dirasakan pada asuransi properti, khususnya risiko kebakaran, serta asuransi pertanian, engineering, dan business interruption. Lini-lini ini memiliki sensitivitas tinggi terhadap perubahan cuaca ekstrem dan potensi gangguan operasional,” jelasnya.
Baca Juga: El Nino Ekstrem Ancam Industri Asuransi, Klaim Berpotensi Naik
Baca Juga: Menteri Pertanian Amran Sulaiman Pastikan Cadangan Pangan Nasional Aman Hadapi El Nino Godzilla
Baca Juga: BRIN Peringatkan Super El Nino 2026 Ancam Ketahanan Pangan, Kemarau Ekstrem hingga Oktober
Azuarini menambahkan, risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan diperkirakan meningkat pada periode ini. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kerugian besar, terutama pada sektor pertanian dan properti.
Oleh karena itu, industri asuransi perlu memperkuat langkah mitigasi risiko pada lini-lini terdampak, sekaligus melakukan penyesuaian strategi underwriting guna menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kualitas portofolio.





