Markas Besar TNI mengebut proses pemulangan tiga jenazah prajurit penjaga perdamaian Indonesia yang gugur saat menjalankan misi di Lebanon. Proses kepulangan ditargetkan tuntas paling lambat pada Jumat (3/4) atau Sabtu (4/4), namun hingga kini masih tersandera urusan administrasi lintas negara dan terbatasnya akses penerbangan dari wilayah konflik.
Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI Mayjen TNI Iwan Bambang Setiawan mengatakan, ketiga jenazah telah dievakuasi dari pos UNIFIL ke rumah sakit di Beirut. Proses pembalsaman sudah selesai dan jenazah kini telah disemayamkan dalam peti untuk menunggu tahapan berikutnya.
Menurut dia, hambatan terbesar saat ini bukan lagi pada penanganan jenazah, melainkan pada penyelesaian dokumen resmi yang menjadi syarat mutlak pemulangan ke Indonesia. Setidaknya ada enam surat yang masih harus dituntaskan oleh pihak UNIFIL dan pemerintah Lebanon.
Baca juga : Gugur Saat Kawal Konvoi PBB, Jenazah Kapten Inf Zulmi Dinanti Keluarga di Cimahi
“Sekarang kami masih menunggu pengurusan administrasi, baik dari UNIFIL maupun pemerintah Lebanon, karena ada sekitar enam dokumen yang harus lengkap agar jenazah bisa diberangkatkan ke Indonesia,” kata Iwan dilansir dari Antara, Rabu (1/4).
Ia menjelaskan, situasi keamanan di Lebanon juga memperumit proses evakuasi. Jalur udara dari negara tersebut sangat terbatas karena operasional penerbangan bergantung pada kondisi lapangan yang berubah cepat.
Saat ini, hanya Middle East Airlines (MEA) yang masih tercatat beroperasi di kawasan tersebut. Namun, maskapai nasional Lebanon itu disebut tidak terbang secara tetap dan sangat bergantung pada dinamika keamanan di zona konflik.
Baca juga : Kronologi Gugurnya 2 Prajurit TNI dalam Misi Perdamaian UNIFIL di Libanon
Kondisi itu membuat TNI harus bergerak cepat sekaligus cermat, agar seluruh persyaratan administratif dan moda transportasi bisa tersedia dalam waktu yang hampir bersamaan.
“Kami berharap semua dipermudah. Mudah-mudahan paling lambat Jumat atau Sabtu seluruh surat sudah selesai dan jenazah bisa segera dipulangkan ke Tanah Air,” ujar Iwan.
Di tengah fokus pemulangan korban gugur, TNI juga memastikan empat prajurit lain yang mengalami luka dalam insiden di Lebanon saat ini berada dalam kondisi stabil. Sejumlah personel disebut telah menjalani operasi dan kini masih dalam pemantauan ketat tim medis setempat.
“Alhamdulillah yang luka kondisinya mulai membaik. Ada beberapa yang sudah dioperasi dan sekarang berangsur stabil. Mohon doanya agar seluruh prajurit kita yang dirawat bisa segera pulih,” tuturnya.
Mabes TNI, lanjut Iwan, terus berkoordinasi intensif dengan otoritas Lebanon serta markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York untuk mempercepat penerbitan dokumen perjalanan bagi ketiga prajurit tersebut.
Sebelumnya, tiga personel TNI yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) dilaporkan gugur dalam dua insiden berbeda pada akhir Maret 2026.
Berdasarkan data TNI, ketiganya adalah Prajurit Kepala Farizal Rhomadhon, Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan, dan Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar.
Farizal meninggal dunia akibat serangan artileri tidak langsung di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan, pada Minggu (29/3). Sementara Nur Ichwan dan Zulmi gugur akibat ledakan kendaraan di dekat Bani Haiyyan pada Senin (30/3).





