JAKARTA, DISWAY.ID-- Inspektorat Jenderal Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menegaskan komitmennya mengawal seluruh tahapan penyelenggaraan ibadah haji secara ketat dan transparan.
Pengawasan dilakukan menyeluruh, mulai dari tahap persiapan di dalam negeri hingga pelayanan jemaah di Arab Saudi, guna memastikan pelaksanaan haji berjalan optimal tanpa celah penyimpangan.
BACA JUGA:Perkara Inkrah, Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan
Itjen Kemenhaj Irwil III, Mulyadi Nurdin, menegaskan bahwa pengawasan ini merupakan mandat undang-undang yang harus dijalankan secara profesional. Ia menyebut, seluruh aspek baik anggaran maupun kinerja aparatur menjadi fokus utama untuk menjamin kualitas layanan kepada jemaah haji Indonesia.
Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto menginginkan penyelenggaraan haji ke depan lebih baik dan berintegritas tinggi. Hal tersebut menjadi dorongan kuat bagi Kemenhaj untuk menghadirkan pelayanan yang tidak hanya optimal, tetapi juga mencerminkan kompetensi dan akuntabilitas institusi di mata publik.
BACA JUGA:Harga Minyak Bisa Tembus 100 Dolar, Purbaya Yakin Tetap Aman, Ada Dana Lebih 420 Triliun
Mulyadi menegaskan bahwa penyelenggaraan ibadah haji merupakan amanah besar negara yang menyangkut kehormatan bangsa serta kepercayaan umat. Oleh karena itu, setiap tahapan harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan pengawasan ketat.
“Pengawasan dilakukan pada seluruh aspek layanan, baik di dalam negeri maupun di Arab Saudi, mencakup semua jenis pelayanan yang diberikan kepada jemaah haji,” ujar Mulyadi, Rabu, 1 April 2026.
Ia menjelaskan, ruang lingkup pengawasan di dalam negeri meliputi proses perencanaan, pelaksanaan, hingga pelaporan kegiatan layanan. Termasuk di dalamnya pengawasan terhadap operasional asrama haji yang menjadi titik awal keberangkatan jemaah.
BACA JUGA:Komnas HAM Tegaskan Tak Ada Koordinasi TNI-Polri Sebelum Penyerahan Bukti Andrie Yunus
“Asrama haji adalah gerbang awal yang sangat menentukan kelancaran ibadah. Karena itu, kami memberikan perhatian serius agar seluruh proses berjalan sesuai rencana pemerintah,” kata alumni Universitas Al-Azhar tersebut.
Sementara itu, pengawasan di Arab Saudi mencakup berbagai layanan vital seperti transportasi, akomodasi, konsumsi, hingga layanan di titik-titik krusial pelaksanaan ibadah, yakni Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Lebih lanjut, Mulyadi mengingatkan pentingnya komitmen seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan haji. Ia menekankan bahwa tidak ada toleransi terhadap praktik manipulasi, penyelewengan, maupun penyalahgunaan dalam bentuk apa pun.
BACA JUGA:Pemerintah Imbau Swasta Ikut WFH 1 Hari Seminggu, Gaji hingga Jatah Cuti Pekerja Tak Dikurangi
Ia mengutip pernyataan Menteri Haji dan Umrah, Gus Irfan Yusuf, serta Wakil Menteri Dahnil Anzar Simanjuntak, yang menegaskan kebijakan zero tolerance terhadap segala bentuk pelanggaran dalam penyelenggaraan haji.
- 1
- 2
- »





