MENTERI Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago meminta PBB transparan dalam menyelidiki serangan di Libanon selatan yang menewaskan tiga personel TNI dalam misi perdamaian.
"Pemerintah menuntut penyelidikan PBB yang cepat, transparan, dan komprehensif serta menegaskan bahwa pelaku harus dimintai pertanggungjawaban secara hukum tanpa adanya 'kekebalan'," ujar Djamari dalam keterangan diterima di Jakarta, Rabu (1/4).
Ia menilai, rentetan serangan yang menimpa personel TNI merupakan tindakan yang tidak dapat ditoleransi dan menunjukkan lemahnya komitmen pihak-pihak yang terlibat konflik terhadap perlindungan pasukan perdamaian.
Baca juga : Keluarga Prajurit TNI Gugur di Lebanon Dapat Santunan Rp1,8 Miliar, Ini Rinciannya dan Kronologi Serangan
Peristiwa tersebut juga meninggalkan duka mendalam bagi TNI, mengingat prajurit yang gugur merupakan bagian dari misi menjaga perdamaian dunia.
Lebih lanjut, Djamari mengingatkan bahwa jika insiden ini tidak ditangani secara serius, potensi jatuhnya korban dari pasukan perdamaian negara lain di kawasan tersebut akan semakin besar.
Karena itu, ia kembali menegaskan pentingnya sikap tegas, solid, dan konsisten dari PBB dalam menindaklanjuti hasil investigasi guna menjamin keamanan seluruh personel penjaga perdamaian.
Baca juga : Pesan Terakhir Kapten Zulmi untuk Sang Ayah Sebelum Gugur di Libanon
Sebagai Pengarah Tim Koordinasi Misi Pemeliharaan Perdamaian (TKMPP), Kemenko Polkam juga akan meningkatkan sinergi dengan Kementerian Pertahanan, TNI, serta Kementerian Luar Negeri untuk memastikan perlindungan maksimal bagi personel yang bertugas di wilayah konflik.
Selain itu, pemerintah berencana mengevaluasi kembali prosedur keamanan bagi prajurit agar selaras dengan dinamika situasi di Libanon selatan.
Sebelumnya, tiga anggota TNI yang bertugas dalam misi United Nations Interim Force in Libanon (UNIFIL) dilaporkan gugur pada Maret 2026.
Berdasarkan data TNI, ketiganya adalah Prajurit Kepala Farizal Rhomadhon, Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan, dan Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar.
Farizal dilaporkan meninggal dunia akibat serangan artileri tidak langsung di wilayah Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan, pada Minggu (29/3). Sementara itu, Nur Ichwan dan Zulmi gugur akibat ledakan kendaraan di dekat Bani Haiyyan pada Senin (30/3). (Ant/E-4)





