Satu unit drone ditemukan di danau beku dekat perbatasan Finlandia dengan Rusia. Pihak berwenang Finlandia mengkonfirmasi bahwa drone itu adalah milik Ukraina.
"Berdasarkan informasi yang tersedia saat ini, jelas bahwa pesawat tersebut berasal dari Ukraina dan mungkin terkait dengan serangkaian peristiwa yang sama yang telah diamati di Finlandia baru-baru ini," kata Penjaga Perbatasan Finlandia dalam sebuah pernyataan, dilansir AFP, Rabu (1/4/2026).
Pesawat tak berawak asing itu terdeteksi di atas es Danau Pyhajarvi di Parikkala di Finlandia timur pada Selasa (31/3), dua hari setelah dua drone tersesat dan jatuh di Finlandia selatan. Pihak Kyiv mengklaim beberapa drone mereka menyimpang dari jalur penerbangan setelah campur tangan Rusia.
Penjaga Perbatasan, yang telah meluncurkan penyelidikan awal, mengatakan pesawat tersebut kemungkinan memasuki wilayah udara Finlandia antara tanggal 30 dan 31 Maret.
Polisi mengatakan pesawat tersebut telah "dinetralisir" melalui "ledakan terkontrol" pada Rabu (1/4), di tengah "kecurigaan yang sangat kuat bahwa pesawat tersebut memiliki hulu ledak".
Polisi Finlandia menyatakan drone tersebut tidak melukai siapa pun atau menyebabkan kerusakan properti.
Setelah jatuhnya drone pada akhir pekan, Perdana Menteri (PM) Finlandia Petteri Orpo pada hari Selasa (31/3) menekankan bahwa tidak ada ancaman militer langsung terhadap Finlandia, dan bahwa negara Nordik tersebut telah berhubungan dengan Ukraina.
Para pejabat telah mengkonfirmasi bahwa salah satu dari dua drone yang tersesat dan jatuh pada hari Minggu (29/3) di Finlandia adalah milik Ukraina. Pada Senin (30/3), Kyiv meminta maaf atas insiden tersebut.
Ukraina mengatakan bahwa drone tersebut kemungkinan besar telah menyimpang dari jalurnya akibat campur tangan Rusia.
Kyiv menyerang fasilitas pelabuhan di pantai Rusia di Teluk Finlandia beberapa kali pekan lalu menggunakan drone.
(jbr/whn)





