Bos CIMB Niaga (BNGA) Sebut Pengusaha Pilih Tahan Utang di Tengah Ketidakpastian

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Tingginya posisi undisbursed loan di industri perbankan mencerminkan belum optimalnya pemanfaatan fasilitas kredit oleh debitur, meski di sisi lain penyaluran kredit masih mencatatkan pertumbuhan. 

Bank Indonesia mencatat undisbursed loan perbankan masih mencapai Rp2.536,40 triliun atau setara 22,86% dari total plafon kredit. Menurut data perusahaan PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) yang mencatat undisbursed loan sebesar Rp116,17 triliun per Februari 2026.

Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan tingginya kredit yang belum ditarik tersebut tidak lepas dari dinamika global dan kondisi ekonomi yang masih diliputi ketidakpastian. 

Dalam situasi ini, pelaku usaha cenderung menahan ekspansi dan memilih untuk tidak segera memanfaatkan fasilitas pinjaman yang telah disetujui.

“Dalam kondisi global dan ekonomi saat ini, banyak pengusaha memilih untuk tidak berutang dulu,” ujarnya kepada Bisnis, Rabu (1/4/2026). 

Meski demikian, CIMB Niaga tetap mencatat pertumbuhan kredit yang positif, meskipun diperkirakan tidak akan terlalu agresif ke depan. 

Baca Juga

  • Pembiayaan Baru Kendaraan Listrik & Hybrid CIMB Finance (CNAF) Capai Rp303 Miliar per Februari 2026
  • BCA, CIMB Niaga, dan Bank Jago Ubah Status Rekening Aktif hingga Dormant per Mei 2026
  • Ujian Ketahanan Pasar Obligasi RI: Tertekan Risiko Inflasi hingga Peringkat Utang Negara

Lani menyebut, pertumbuhan kredit pada tahun ini cenderung moderat seiring dengan sikap dunia usaha yang masih berhati-hati dalam mengambil keputusan pembiayaan.

Di tengah kondisi tersebut, perseroan memilih untuk tidak mendorong utilisasi kredit secara berlebihan. Strategi ini ditempuh guna menjaga kualitas aset tetap terjaga, terutama di tengah risiko ketidakpastian yang masih membayangi perekonomian global maupun domestik.

“Kami perkirakan pertumbuhan kredit akan sangat mild atau rendah. Kami fokus untuk menjaga kualitas aset yang baik, terutama dalam kondisi yang masih banyak ketidakpastian seperti saat ini. Jadi kami tidak memaksakan utilisasi yang berisiko,” jelasnya.

Pendekatan tersebut mencerminkan kehati-hatian perbankan dalam menyeimbangkan antara pertumbuhan dan risiko. Dengan tetap menjaga kualitas kredit, bank berharap dapat mempertahankan kinerja yang berkelanjutan sekaligus mengantisipasi potensi tekanan dari sisi pembiayaan di tengah perlambatan aktivitas ekonomi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK Punya Data Pertemuan Asosiasi Haji Bahas Pembagian Kuota
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kerja Sama Kehutanan Indonesia-Jepang Diperkuat, dari Perdagangan Karbon hingga Konservasi Komodo
• 8 jam lalupantau.com
thumb
Daerah Bergolak, Pengendara Serbu SPBU
• 17 jam laluharianfajar
thumb
Bawa-bawa Lionel Messi, Persija Jakarta Optimis Rebut Juara Super League dari Persib Bandung
• 5 jam laluharianfajar
thumb
Polres Pacitan Intensifkan Patroli SPBU, Pastikan Stok BBM Aman
• 3 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.