Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) berencana menutup layanan internet banking secara bertahap mulai 21 April 2026 sebagai bagian dari strategi optimalisasi layanan digital perseroan.
Dalam keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), manajemen menyampaikan bahwa langkah ini dilakukan seiring pergeseran preferensi nasabah ke layanan digital yang lebih terintegrasi.
BNI pun mendorong nasabah untuk beralih menggunakan kanal digital lain yang telah disiapkan, yakni aplikasi Wondr by BNI untuk nasabah individu serta BNIdirect bagi nasabah bisnis.
Manajemen BNI menjelaskan, aplikasi wondr by BNI menawarkan berbagai fitur yang mendukung kebutuhan transaksi harian hingga pengelolaan keuangan pribadi.
Sementara itu, BNIdirect dirancang untuk memenuhi kebutuhan nasabah korporasi, termasuk fasilitas transfer dana, otorisasi transaksi, transaksi massal, hingga pelaporan keuangan yang membantu monitoring aktivitas usaha.
Perusahaan menegaskan bahwa langkah penutupan internet banking ini disebut tidak akan mengganggu kelangsungan layanan kepada nasabah.
Baca Juga
- Rupiah Melemah, Cek Kurs Bank Mandiri, BNI, BRI, dan BSI pada Selasa (31/3/2026)
- Saham Pilihan BNI Sekuritas Saat IHSG Hari Ini (31/3) Berpotensi Menguat Terbatas
- BNI (BBNI) Cetak Laba Bersih Rp3,41 Triliun per Februari 2026
BNI memastikan seluruh transaksi tetap dapat dilakukan melalui kanal digital alternatif yang telah disediakan.
Lebih lanjut, kebijakan ini menjadi bagian dari transformasi digital yang tengah dilakukan BNI untuk meningkatkan efisiensi sekaligus memperkuat pengalaman pengguna.





