Senjata Canggih Amerika Tambah Lagi, Ingat Perang Dunia II

cnbcindonesia.com
17 jam lalu
Cover Berita
Foto: Kapal Saronic Marauder. (Dok. Saronic Technologies)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan startup pembuat kapal robot, Saronic, berhasil menggalang modal US$ 1,75 miliar. Modal tersebut akan digunakan untuk menggenjot produksi dalam mengisi permintaan dari militer Amerika Serikat.

Suntikan modal terbaru dari sekelompok investor yang dipimpin oleh Kleiner Perkins tersebut menggandakan valuasi Saronic hingga melampaui US$ 9,25 miliar.

Saronic akan memanfaatkan dana tersebut untuk meningkatkan kapasitas galangan kapal dan memperkuat rantai pasok produksi mereka. Tujuannya adalah meningkatkan produksi hingga 20 kapal per tahun pada 2027.


"Kami melihat adalah pergeseran permintaan ke sistem tanpa manusia, yang bisa disediakan dalam skala besar dan harga lebih rendah dibanding kapal tempur tradisional," kata CEO Saronic Morgan Brennan kepada CNBC International.

Pilihan Redaksi
  • Batu Zaman Purba Dibelah, Ilmuwan Kaget
  • Astronaut NASA Catat Sejarah Baru Setelah Penantian 50 Tahun
  • Astronaut Mendadak Bisu di Luar Angkasa, Penyebabnya Masih Misterius

Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump sedang berusaha mengejar ketertinggalan dari China dalam kapasitas produksi kapal dan modernisasi persenjataan. Kemampuan produksi ini dinilai salah satu faktor yang membuat supremasi AS di laut mulai redup.

Perang Iran dan penutupan Selat Hormuz menunjukkan bahwa peralatan modern, termasuk sistem otonom, makin signifikan dalam peperangan.

Mavrookas menyatakan kapal Saronic mengurangi risiko yang dihadapi oleh pasukan manusia di lingkungan berbahaya dan membantu AS mengurangi dominasi China. Ambisi perusahaan adalah mengembalikan kemampuan produksi AS ke level Perang Dunia II.

Perusahaan-perusahaan teknologi asal Silicon Valley dalam beberapa tahun terakhir mendulang banyak modal untuk membangun produk saingan perusahaan pertahanan tradisional seperti Lockheed Martin, RTX, dan Northrop Grumman.

Selain Saronic dengan kontrak US$ 392 juta dari Angkatan Laut AS, perusahaan lain yang memenangi kontrak persenjataan dari pemerintah AS adalah Shield AI dengan kesepakatan US$ 2 miliar, Palantir, dan Anduril.

Produk Saronic adalah kapal berukuran panjang 1,8 meter yang bernama Spyglass serta Marauder yang berukuran 45 meter dan berat 40 ton.


(dem/dem) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Teknologi Peralatan Rumah Tangga Kian Canggih & Mudahkan Hidup

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Komisi Informasi DKI Ingatkan Kewajiban Badan Publik Terapkan Zona Informatif
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Babak Baru Pendalaman Pasar Modal, OJK Siap Luncurkan ETF Emas
• 3 jam lalukatadata.co.id
thumb
Dude Harlino-Alyssa Soebandono Diperiksa 5 Jam! Dicecar 30 Pertanyaan Soal Kontrak hingga Honor
• 1 jam laluviva.co.id
thumb
Viral Pengeroyokan Siswi SMP di Luwu Utara, Pelaku Sempat Berjoget Usai Ditangkap Polisi
• 11 jam lalurctiplus.com
thumb
Mensos Gus Ipul Kawal Pembangunan Sekolah Rakyat di OKU Timur dan Sambas
• 14 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.