RI Teken Kerja Sama Energi dengan Korsel, Ada Nuklir hingga Mineral Kritis

idxchannel.com
11 jam lalu
Cover Berita

Kesepakatan ini menjadi langkah strategis kedua negara dalam memperkuat ketahanan energi di tengah potensi gangguan pasokan global.

RI Teken Kerja Sama Energi dengan Korsel, Ada Nuklir hingga Mineral Kritis. Foto: Biro Setpres.

IDXChannel - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menandatangani tiga perjanjian kerja sama antara Indonesia dan Korea Selatan (Korsel) di sektor energi dan mineral. 

Penandatanganan dilakukan di Istana Kepresidenan Blue House, Seoul, Rabu (1/4/2026), dan disaksikan Presiden RI Prabowo Subianto serta Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung.

Baca Juga:
Presiden Prabowo Bawa Investasi Rp173 Triliun dari Kunjungan Korsel

Tiga dokumen yang diteken berupa Memorandum Saling Pengertian (MSP) atau Memorandum of Understanding (MoU), yakni kerja sama bidang energi bersih, Carbon Capture and Storage (CCS), serta mineral kritis.

Bahlil menyampaikan, kesepakatan ini menjadi langkah strategis kedua negara dalam memperkuat ketahanan energi di tengah potensi gangguan pasokan global.

Baca Juga:
Prabowo Hadiahkan Keris Bali Warna Emas ke Presiden Korsel Lee Jae Myung, Ini Penampakannya

“Kerja sama ini sangat penting bagi kedua negara dalam menghadapi kemungkinan risiko gangguan pasokan energi di kawasan,” ujar Bahlil dalam keterangan resmi, Rabu (1/4/2026). 

Pada sektor energi bersih, kerja sama mencakup pengembangan berbagai teknologi, mulai dari energi terbarukan, nuklir, hidrogen, hingga sistem penyimpanan energi. Selain itu, kedua negara juga mendorong kolaborasi dalam efisiensi energi, pengembangan baterai, bioenergi, pengolahan sampah menjadi energi, hingga pengembangan jaringan listrik cerdas dan sistem energi untuk wilayah kepulauan.

Baca Juga:
Presiden Prabowo Tiba di Tanah Air Usai dari Jepang dan Korsel, Bawa Oleh-Oleh Ini 

Sementara itu, pada bidang CCS, Indonesia dan Korea Selatan sepakat mendorong implementasi teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon, termasuk membuka peluang kerja sama lintas batas serta pengembangan proyek riset dan komersialisasi teknologi.

Adapun pada sektor mineral kritis, kerja sama difokuskan pada kegiatan survei dan studi geosains, pengolahan dan pemurnian, daur ulang, hingga penerapan standar lingkungan dan keberlanjutan. Kolaborasi juga mencakup penguatan kemitraan antara sektor publik dan swasta serta peningkatan investasi dan perdagangan mineral strategis.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mendorong peningkatan hubungan bilateral kedua negara menjadi kemitraan strategis yang lebih komprehensif dan meminta para menteri segera menindaklanjuti kesepakatan yang telah dicapai.

Senada, Presiden Lee menyatakan komitmen Korea Selatan untuk memperkuat hubungan dengan Indonesia melalui peningkatan kerja sama strategis di berbagai sektor, khususnya energi dan industri.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
TVRI Lantik Ribuan PNS Secara Nasional, 56 Pegawai TVRI Kaltara Resmi Diangkat
• 18 jam lalutvrinews.com
thumb
IFF Gelar Festival Berbalut Rave Culture di Jakarta
• 5 jam lalumedcom.id
thumb
Anak Usaha Astra Otoparts (AUTO) Luncurkan Alkes Berbasis Teknologi Digital
• 16 jam lalubisnis.com
thumb
Sambangi Bank Sumut, Komisi II DPR RI Soroti Penyaluran Kredit
• 10 jam lalubisnis.com
thumb
PSEL Makassar, Jalan Tengah yang Adil bagi Warga Tamangapa
• 3 jam laluterkini.id
Berhasil disimpan.