Kontra dengan AS, Iran Justru Siap Bertempur 6 Bulan

viva.co.id
10 jam lalu
Cover Berita

VIVA –Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengatakan AS akan mengakhiri perang dengan Iran dalam 2 hingga 3 minggu ke depan. Dalam pernyataannya di Gedung Putih baru-baru ini, Trump juga menegaskan pihaknya bisa mengakhiri perang dengan Iran tanpa mencapai negosiasi apapun dengan Iran.

Pernyataan Trump terkait dengan perang ini mendapat respon dari Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi. Berbeda dengan Trump, Araghchi mengungkap bahwa Iran siap melanjutkan perang setidaknya selama enam bulan.

Baca Juga :
Trump Sebut Iran Minta Gencatan Senjata, Teheran Balas Pedas: Tidak Pernah!
Deretan Mesin Perang AS Siaga di Timur Tengah, Sinyal Kuat Operasi Darat di Iran

Dalam wawancara eksklusifnya dengan Al Jazeerah yang dirilis pada Rabu 1 April kemarin,Araghchi menegaskan bahwa Iran memiliki persediaan yang cukup dan siap membela diri selama diperlukan. Saat ditanya langsung berapa lama Iran sanggup bertahan, ia menjawab, setidaknya enam bulan, demikian seperti dikutip ulang dari laman Indian Express, Kamis 2 April 2026.

Sebelumnya, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan negaranya memiliki niat kuat untuk mengakhiri konflik ini, selama syarat-syarat penting terpenuhi, terutama jaminan agar agresi tidak terulang. Pernyataan itu disampaikan dalam percakapannya dengan Presiden Dewan Eropa, Antonio Costa, seperti dilaporkan AFP.

Iran bantah menerima syarat AS

Araghchi juga membantah klaim bahwa Iran telah menerima syarat dari Amerika Serikat untuk mengakhiri perang. Ia menyebut Teheran belum menanggapi rencana 15 poin yang diajukan pihak AS, dan juga tidak mengajukan lima syarat balasan seperti yang dikabarkan.

“Kami belum memberikan tanggapan apa pun terhadap rencana 15 poin dari Amerika sejauh ini. Kami juga belum mengajukan syarat apa pun kepada pihak lawan,” ujarnya.

Ia menegaskan, posisi Iran sebenarnya sudah jelas yakni ingin perang ini bisa berakhir.

“Kami tidak menerima gencatan senjata. Kami menginginkan perang ini benar-benar berakhir, bukan hanya di Iran, tetapi di seluruh kawasan. Kami juga menuntut jaminan agar konflik tidak terulang, serta kompensasi atas kerugian yang dialami rakyat Iran,” kata Araghchi.

Trump dan sejumlah pejabat AS berulang kali menyebut negosiasi sedang berlangsung, bahkan mengklaim Iran memohon kesepakatan. Namun, meski Iran telah menyampaikan posisinya melalui akun resmi kedutaan dan konsulatnya di media sosial, belum jelas apakah ada perundingan langsung yang benar-benar berjalan.

Baca Juga :
Trump Klaim Iran Minta Gencatan Senjata, AS: Ada Syaratnya!
Perdana, AS Kerahkan Pesawat Bomber Raksasa B-52 untuk Bombardir Iran
Trump Ingin AS Keluar dari NATO: Mereka Macan Kertas!

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Disambut Gibran, Prabowo Tiba di Indonesia Usai Kunjungan ke Jepang-Korsel
• 12 jam laluliputan6.com
thumb
Purbaya Terbitkan Aturan Percepatan Penyaluran Dana Kopdes Merah Putih
• 6 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Kasus Korupsi Sudewo, KPK Panggil Sejumlah Caperdes
• 3 jam lalurctiplus.com
thumb
Trump Klaim Presiden Iran Minta Gencatan Senjata, Teheran Membantah Keras
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Mengenal NATO: Ini Sejarah hingga Isu Negara Keluar
• 1 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.