Misi Artemis II resmi dimulai, setelah NASA meluncurkan empat astronaut menuju Bulan untuk pertama kalinya dalam lebih dari 50 tahun pada Kamis (2/4) pagi WIB. Tujuannya untuk menguji wahana kapsul antariksa Orion dengan manusia di dalamnya saat mengelilingi Bulan tanpa mendarat.
Artemis merupakan program NASA untuk membawa manusia kembali ke Bulan, mengikuti jejak Apollo 17 pada Desember 1972 silam. NASA akan menjalani serangkaian misi Artemis, dan saat ini sudah memasuki Artemis II yang baru saja lepas landas dari Kennedy Space Center, Florida, AS, melalui roket Space Launch System (SLS).
Empat astronaut ikut dalam misi ini, yakni Reid Wiseman, Victor Glover, dan Christina Koch dari NASA, serta Jeremy Hansen dari Canadian Space Agency. Mereka akan menjalani misi Artemis II selama sekitar 10 hari.
Setelah mencapai orbit, Orion yang ditumpangi empat astronaut itu langsung mengaktifkan panel surya untuk mendapatkan energi. Tim di Bumi bersama awak mulai menguji berbagai sistem penting, termasuk sistem pendukung kehidupan yang untuk pertama kalinya diuji dengan manusia di dalamnya.
"Artemis II adalah penerbangan uji coba, dan pengujian baru saja dimulai. Tim yang membangun, memperbaiki, dan menyiapkan kendaraan ini untuk penerbangan telah memberikan kepada kru kami wahana yang mereka butuhkan untuk membuktikan kemampuannya,” kata Administrator Asosiasi NASA, Amit Kshatriya, dalam pernyataan resmi.
Sekitar 49 menit setelah peluncuran, tahap atas roket menyalakan mesin untuk membawa Orion ke orbit Bumi. Manuver lanjutan akan mendorong wahana ke orbit tinggi hingga sekitar 74 ribu kilometer dari Bumi sebelum akhirnya menuju Bulan.
Misi ini juga membawa empat satelit kecil CubeSat dari berbagai negara untuk melakukan eksperimen sains dan demonstrasi teknologi di luar angkasa.
Jika seluruh sistem berjalan normal, Orion akan melakukan manuver translunar injection. Proses ini akan memanfaatkan gravitasi Bulan untuk mengayunkan wahana kembali ke Bumi.
Puncak misi terjadi saat wahana melintas dekat Bulan pada 6 April 2026. Para astronaut akan memotret permukaan, termasuk area sisi jauh Bulan yang jarang terlihat langsung oleh manusia. Kondisi pencahayaan diperkirakan membantu menonjolkan struktur seperti kawah dan punggungan.
Data dari pengamatan serta eksperimen kesehatan manusia akan menjadi dasar untuk misi berikutnya. Program Artemis menargetkan kehadiran manusia secara berkelanjutan di Bulan, sekaligus menjadi langkah awal menuju misi berawak ke Mars.
Setelah menyelesaikan lintasan Bulan, Orion dijadwalkan kembali ke Bumi dan mendarat di Samudra Pasifik.





