Jakarta, tvOnenews.com - Kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Korea Selatan (Korsel) senilai Rp173 triliun menjadi sorotan utama dalam upaya memperkuat perekonomian nasional. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia meyakini kesepakatan tersebut akan berdampak signifikan terhadap peningkatan devisa sekaligus memperluas peluang investasi di dalam negeri.
Nilai kerja sama yang mencapai 10,2 miliar dolar AS ini dinilai bukan sekadar angka besar, tetapi juga mencerminkan kepercayaan investor asing terhadap potensi ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global.
Ketua Umum Anindya Bakrie menegaskan bahwa Korea Selatan merupakan mitra strategis yang memiliki hubungan ekonomi kuat dengan Indonesia. Ia menilai kerja sama ini akan memberikan efek berantai terhadap peningkatan investasi asing langsung atau foreign direct investment (FDI).
Menurutnya, masuknya investasi dari Korsel tidak hanya memperkuat cadangan devisa, tetapi juga membuka lapangan kerja dan meningkatkan aktivitas perdagangan.
“Kerja sama ini berpotensi meningkatkan foreign direct investment, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat perdagangan yang berdampak pada devisa,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (2/4/2026).
17 MoU Jadi Fondasi Kolaborasi StrategisKesepakatan kerja sama ini tercapai dalam forum bisnis Indonesia-Korea yang digelar di Seoul. Dalam forum tersebut, kedua negara berhasil menandatangani 17 nota kesepahaman (MoU) lintas sektor strategis.
MoU tersebut mencakup berbagai bidang penting yang menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi masa depan, antara lain:
-
Energi dan energi baru terbarukan
-
Manufaktur industri
-
Hilirisasi sumber daya alam
-
Ekonomi digital
-
Teknologi rendah karbon
-
Pengembangan rantai pasok baterai
Ragam sektor ini menunjukkan bahwa kerja sama tidak hanya berfokus pada perdagangan, tetapi juga transformasi industri dan keberlanjutan ekonomi jangka panjang.
Dorong Transformasi Industri NasionalAnindya menilai, luasnya cakupan kerja sama ini menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia semakin dilirik sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia.
Ia juga menyoroti kedekatan hubungan bilateral Indonesia dan Korea Selatan yang tidak hanya terjalin di sektor ekonomi, tetapi juga budaya. Popularitas budaya Korea di Indonesia disebut menjadi salah satu faktor yang memperkuat hubungan kedua negara.




