Lawatan Presiden Prabowo ke Jepang dan Korea Selatan Hasilkan Komitmen Bisnis Rp575 Triliun

pantau.com
3 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan menghasilkan komitmen kerja sama bisnis senilai sekitar Rp575 triliun yang mencerminkan tingginya kepercayaan investor global terhadap Indonesia.

Rincian Komitmen Investasi dari Jepang dan Korea Selatan

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan total nilai kesepakatan bisnis dari kedua negara mencapai 33,89 miliar dolar AS atau setara Rp575 triliun.

"Dari Jepang tercatat komitmen bisnis sebesar USD 23,63 miliar atau setara Rp401,7 triliun, sementara dari Republik Korea mencapai USD 10,26 miliar atau setara Rp174 triliun. Sehingga total keseluruhan mencapai USD 33,89 miliar atau sekitar Rp575 triliun," ungkapnya.

Ia menjelaskan capaian tersebut merupakan hasil keterlibatan langsung Presiden Prabowo dalam berdialog dengan para pelaku usaha selama kunjungan kenegaraan.

"Bapak Presiden tidak hanya hadir secara simbolik, tetapi aktif mendengarkan, merespons cepat, dan memberikan solusi serta perintah langsung atas berbagai masukan dari dunia usaha. Ini yang membuat kepercayaan investor semakin kuat," ujarnya.

Menurutnya, kerja sama tersebut mencakup sektor strategis seperti hilirisasi industri, ketahanan energi, serta pembangunan nasional.

Dampak Ekonomi dan Tindak Lanjut Pemerintah

Pemerintah memastikan akan mengawal seluruh komitmen investasi tersebut agar segera direalisasikan dan memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional.

Realisasi investasi diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut kerja sama dengan Korea Selatan saja telah menghasilkan penandatanganan nota kesepahaman senilai 10,2 miliar dolar AS.

Kerja sama tersebut meliputi sektor energi dan transisi hijau seperti tenaga surya dan carbon capture and storage (CCS), serta sektor industri seperti baja, baterai, dan transportasi ramah lingkungan.

Sebagai informasi tambahan, kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat kemitraan strategis Indonesia dengan negara-negara di kawasan Asia Timur.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Setengah Hati Lindungi Data Pribadi
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
RI Konsisten Kawal Isu Subsisdi Perikanan dan Cadangan Pangan di WTO
• 1 jam lalukompas.id
thumb
Harga Tiket "Bayar Seikhlasnya" pada Obyek Wisata: Jitu atau Buntu?
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Setelah 30 Tahun, Maros Jadi Tuan Rumah MTQ Tingkat Sulsel
• 18 jam laluharianfajar
thumb
Pansus DPR Libatkan Hakim dan Notaris dalam Penyusunan RUU Hukum Perdata Internasional
• 21 menit lalupantau.com
Berhasil disimpan.