Saham empat bank terbesar di Indonesia masih masuk dalam deretan saham-saham dengan kapitalisasi terbesar di kelasnya, meskipun mengalami penurunan nilai pasar.
IDXChannel—Bagaimana perbandingan PBV 4 saham big banks hingga awal April 2026? Kuartal pertama 2026 telah lewat. Sejak awal tahun hingga saat ini (2/4/2026), Indeks Harga Saham Gabungan tercatat turun 18,84 persen.
Saham empat bank terbesar di Indonesia masih masuk dalam deretan saham-saham dengan kapitalisasi terbesar di kelasnya, meskipun mengalami penurunan nilai pasar karena outflow yang signifikan sejak pengumuman peringatan MSCI pada akhir Februari silam.
Hingga awal April, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih mencatatkan kapitalisasi pasar terbesar dengan nilai Rp804,36 triliun, adapun harga pasarnya berada di kisaran Rp6.525 per unit (11.57 WIB).
Dengan angka valuasi tersebut, skor PBV BBCA adalah 2,86 (book value per share Rp2.283/unit). Berikutnya adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan valuasi senilai Rp506,20 miliar di harga pasar Rp3.350 per unit.
Skor PBV BBRI saat ini adalah 1,56 (book value per share Rp2.138 per unit). Lalu disusul oleh PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan kapitalisasi pasar senilai Rp438,66 miliar dan harga pasar Rp4.700 per saham.
Skor PBV saham BMRI saat ini adalah 1,49; adapun nilai bukunya adalah Rp3.147 per saham. Terakhir adalah PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dengan kapitalisasi pasar senilai Rp138,74 miliar.
Harga pasar BBNI pada penutupan perdagangan sesi pertama (2/4/2026) adalah Rp3.710 per saham. Skor PBV BBNI saat ini adalah 0,81 dan nilai bukunya adalah Rp4.604 per saham.
Dari keempat saham big banks ini, mayoritas tengah diperdagangkan dengan harga relatif murah dibanding nilai wajarnya, dan hanya BBNI yang tengah diperdagangkan di bawah nilai wajarnya.
Meskipun harga pasar saham big bank kompak mengalami penurunan dalam beberapa bulan terakhir, saham-saham ini masih membayarkan dividen bagi pemegang sahamnya.
BBCA membagikan dividen senilai Rp336 per saham untuk tahun buku 2025 dengan yield 5,15 persen dan payout ratio 71,99 persen. Lalu BBRI membagikan dividen interim tahun buku 2025 senilai Rp137 per unit.
BBNI juga telah membagikan dividen tahun buku 2025 senilai Rp349 per saham dengan yield 9,41 persen dan payout ratio sebesar 65,03 persen. Sementara BMRI baru membagikan dividen interim tahun buku 2025 senilai Rp100 per saham.
Berikut ini adalah perbandingan PBV 4 saham big banks berikut kinerja harga sejak awal tahun:
- BBCA: PBV 2,86, Rp6.525 per saham (-18,69 persen ytd)
- BBRI: PBV 1,56, Rp3.340 per saham (-8,24 persen ytd)
- BMRI: PBV 1,49, Rp4.700 per saham (-7,39 persen ytd)
- BBNI: PBV 0,81, Rp3.710 per saham (-12,91 persen ytd)
Dari keempat saham ini, BBCA mencatatkan penurunan harga terdalam, disusul BBNI.
Itulah informasi singkat tentang perbandingan PBV 4 saham big banks pada April 2026.
(Nadya Kurnia)





