Gempa berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang Sulawesi Utara dan Maluku Utara memicu kekhawatiran terhadap kondisi infrastruktur, khususnya jaringan jalan.
Pemerintah memastikan bahwa sebagian besar jalur utama masih dalam kondisi aman dan dapat dilalui.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyampaikan bahwa berdasarkan laporan sementara, infrastruktur jalan di sejumlah wilayah terdampak masih berfungsi normal.
“Untuk Minahasa Utara, Bitung, sementara ini jalan-jalan di sana masih aman,” ujar Dody.
Sementara di Maluku Utara, kerusakan lebih banyak terjadi pada bangunan, termasuk kantor milik Kementerian Pekerjaan Umum yang mengalami kerusakan pada bagian kaca.
“Yang kena memang di kantor kami di Maluku Utara, semua kaca pecah,” tambahnya.
Pemerintah juga memastikan kesiapan dalam menangani kemungkinan kerusakan infrastruktur yang lebih berat. Jika ditemukan jalan rusak atau jembatan terputus, langkah darurat akan segera dilakukan.
“Kalau misalnya ada jalan yang rusak, ada jembatan yang putus, kami akan segera bekerja sama dengan BNPB, BPBD, maupun dengan TNI-Polri untuk paling tidak kita bikin jembatan sementara dulu,” ujarnya.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan distribusi logistik dan mobilitas masyarakat tetap berjalan tanpa hambatan.
“Supaya arus logistik tidak terganggu. Nanti kalau memang diperlukan, berikutnya kita akan bangun yang lebih permanen,” lanjutnya.
Saat ini, tim dari Balai Jalan Nasional telah diterjunkan ke lokasi terdampak di Maluku Utara dan Gorontalo guna melakukan pemantauan serta penanganan cepat terhadap titik-titik yang mengalami gangguan.
Pemerintah menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah menjaga konektivitas wilayah agar tetap berjalan, terutama untuk mendukung proses evakuasi dan distribusi bantuan pascagempa.





