JAKARTA, DISWAY.ID – Gudang minyak Castrol milik Inggris di Irak dihantam drone pasca Trump ngamuk gak dibantuin lawan Iran.
Peristiwa terbakarnya gudang penyimpanan minyak Castrol yang dioperasikan oleh Grup Sardar di jalan Erbil–Mosul terjadi pada Rabu 1 April 1, 2026
Dilansir dari Shafaq News, sebuah drone jatuh tepat di gudang penyimpanan minyak dan memicu kobaran api yang melahap sejumlah besar minyak serta material logistik.
Akibat kebakaran ini, pihak tim pertahanan sipil berupaya mengendalikan api dengan berbagai peralatan yang ada dan dilaporkan tidak adanya korban jiwa dalam peristiwa itu.
BACA JUGA:Trump Minta Negara Lain ‘Rampok’ Minyak di Timur Tengah: Kalau Gak Berani Beli ke Kami, Stok Banyak!
BACA JUGA:Trump Kembali Beri Jeda 10 Hari Serang Iran Setelah Izinkan 10 Kapal Minyak Lewati Selat Hormuz
Dari video yang beredar, terlihat api membakar fasiltas gudang Castrol karena banyaknya material yang mudah terbakar.
Dengan adanya serangan dan kebakaran hebat, pihak manajemen menghentikan sementara operasional untuk sementara.
Sedangkan Donald Trump selaku Presiden Amerika dalam akun media sosialnya Truth pada Selasa 31 Maret ngamuk karena Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyatakan tidak akan mengirim tentaranya untuk perang melawan Iran.
Menanggapi pernyataan Starmer
Dalam postingannya, Trump minta negara lain rampok minyak di Timur Tengah jika kehabisan bahan bakar.
BACA JUGA:Trump Minta Negara Lain ‘Rampok’ Minyak di Timur Tengah: Kalau Gak Berani Beli ke Kami, Stok Banyak!
BACA JUGA:Serangan Isfahan Kembali Buktikan Kebohongan Trump, 3 Kota Penting Iran Dihantam Rudal Amerika dan Israel
Hal ini disampaikan oleh Donald Trump selaku Presiden Amerika dalam postingannya di akun Truth pada Selasa 31 Maret lalu.
Menurut Trump, bagi negara yang kehabisan bahan bakar karena penutupan Selat Hormuz bisa ambil sendiri minyak di Timur Tengah karena tidak mau membantu Amerika menyarang Iran.
- 1
- 2
- »





