Gempa Sulut-Malut, Masyarakat Diimbau Jangan Dengar Isu Tak Bertanggung Jawab

metrotvnews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, mengimbau masyarakat untuk tidak mendengar isu tidak bertanggung jawab atas peristiwa gempa bumi yang terjadi di Sulawesi Utara (Sulut) dan Maluku Utara (Malut). Gempa terjadi dengan magnitudo 7,6 dan merusak bangunan serta menimbulkan korban jiwa hingga luka pada Kamis, 2 April 2026 pagi. 

"Mohon disampaikan ke masyarakat jangan mendengar isu-isu yang tidak bertanggung jawab," kata Suharyanto dalam konferensi pers daring bersama seluruh stakeholder terkait, Kamis, 2 April 2026. 

Baca Juga :

Peringatan Tsunami Berakhir, Situasi di Maluku Utara Berangsur Kondusif
Suharyanto menyebut Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani akan terus memberikan informasi sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan sesuai apa yang sebenarnya terjadi. Maka itu, ia mengajak seluruh masyarakat tidak terlalu panik. 

Informasi BMKG ada 93 gempa susulan. Foto: Tangkapan Layar.

Suharyanto menyebut dampak gempa di Maluku Utara sedang pendataan. Catatan sementara, Kepala BMKG menyampaikan ada 93 kali gempa susulan. 

"Meskipun yang gempa utamanya dan selanjutnya atau after shock-nya ini cenderung lebih kecil, tapi juga tetap hati-hati," ungkap Suharyanto.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Serapan SUN Tembus Rp40 Triliun, Lelang 31 Maret 2026 Diserbu Penawaran Rp58,22 Triliun
• 11 jam lalupantau.com
thumb
Sampah di TPS Rawadas Jaktim Tutupi Akses Jalan, Pemprov DKI Kebut Pengangkutan
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Gempa Sulut-Malut, Menko PMK Minta Pendataan Korban Dikebut
• 4 jam lalukompas.com
thumb
Harga Saham KRYA Terkapar 65%, Ini Penyebabnya
• 22 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Pendiri PT DSI Jadi Tersangka Ke-4 Kasus Penipuan dan TPPU, Bareskrim Blokir Akses ke Luar Negeri
• 8 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.