Tangis Pecah Istri Praka Farizal saat Tiba di Rumah Duka di Kulon Progo

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Fafa Nur Azila, istri almarhum Prajurit Kepala (Praka) Farizal Rhomadhon tiba di rumah duka di Ledok, Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Lendah, Kabupaten Kulon Progo, Kamis (2/4).

Farizal adalah anggota TNI yang gugur saat bertugas sebagai pasukan perdamaian di Lebanon.

Fafa tak mampu membendung air matanya begitu tiba di rumah duka.

Fafa tiba di Kulon Progo bersama anaknya yang masih balita. Dari Aceh dia didampingi istri-istri prajurit lainnya.

"Tadi pagi landing di Bandara Yogya di YIA jam 09.10. Dan ini sudah datang dengan anaknya satu, umur satu tahun setengah. Dan ini sudah diterima dengan pihak keluarga, termasuk sudah dijemput juga ada keluarga dari pihak istri. Karena kan mertua kalau yang pihak dari istri kan aslinya Kebumen, jadi dua-duanya sudah berada di sini," kata Komandan Brigade Infanteri 25/Siwah Kolonel Dimar Bahtera.

Soal kondisi jenazah terkini, Dimar mengatakan hari ini dilaksanakan proses upacara pelepasan secara militer oleh PBB di Beirut, Lebanon.

"Kemudian dari PBB, karena semuanya perencanaan termasuk dengan kegiatan dikendalikan langsung oleh PBB. Jadi dari PBB nanti diberangkatkan dari Lebanon itu hari Jumat. Jumat waktu sana," katanya.

Jenazah kemudian transit di Turki, baru penerbangan ke Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta.

"Perkiraan kalau Jumat, berarti sekitar Sabtu atau Minggu (tiba di Indonesia)," katanya.

Naik Pangkat

Dimar mengatakan Praka Farizal mengatakan mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa (KPLB).

"Yang bersangkutan dinaikkan pangkat KPLB, dari pangkat Praka menjadi Kopral Dua, Kopda," katanya.

Praka Farizal juga berhak untuk dimakamkan di Taman Makam Pahlawan.

"Jadi nanti kita sudah koordinasi dengan Dandim, nanti direncanakan di Taman Makam Pahlawan di Giripeni sini ya, di Giripeni," katanya.

Namun, keputusan akhir soal pemakaman berada di keluarga.

"Sebetulnya negara tidak memaksa ini apakah di TMP ataukah di pemakaman umum. Tetapi kita mengimbau dan menyarankan ini demi kehormatan dan simbol negara, ini juga menjadi sampel, contoh, edukasi, motivasi buat masyarakat, termasuk juga bagi keturunan dan keluarga anak-anaknya nanti," pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Iran: Klaim gencatan senjata Trump palsu dan tidak berdasar
• 6 jam laluantaranews.com
thumb
PEHA Balikkan Kondisi Rugi jadi Laba di Tahun 2025
• 23 jam lalubisnis.com
thumb
KDKMP Masuk Tahap Operasionalisasi, LPDB Koperasi Perkuat Skema Penyaluran Dana Bergulir
• 21 jam lalurepublika.co.id
thumb
Kesimpulan Rapat Komisi III Terkait Kasus Amsal, Jamwas Diminta Evaluasi Kejari Karo
• 11 menit lalujpnn.com
thumb
Kabar Baik! Wali Kota Munafri Arifuddin Pastikan PPPK Tak Dipangkas, Pemkot Fokus Perkuat PAD
• 2 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.