Setelah periode konsumtif selama Ramadan dan libur panjang, banyak orang perlu menata ulang prioritas agar kondisi finansial dan kesehatan tetap terjaga.
Hal ini juga yang mendorong PT Asuransi Jiwa Sequis Life mengajak masyarakat melakukan reset finansial dan gaya hidup demi menciptakan hari esok yang lebih baik.
Ajakan tersebut disampaikan oleh Chief of Human Resources & Corporate Services Sequis Life, Agustina Samara, dalam acara Halalbihalal bertajuk Better Tomorrow Starts Today: Feel Good, Stay Healthy, Be Protected.
Agustina Samara yang akrab disapa Tina, menyampaikan momen pasca-Lebaran merupakan waktu yang tepat untuk merefleksi dan menata ulang prioritas hidup. Hal ini mengingat pada periode ini sering muncul tantangan kesehatan dan tekanan finansial.
“Feel Good bukan sekadar suasana hati, tetapi rasa tenang karena kondisi keuangan terkendali dan kesehatan terjaga. Ini adalah bentuk tanggung jawab kita terhadap keluarga sebagai #YangPalingBerarti dalam hidup," sebut Tina dalam keterangan tertulis, Kamis, 2 April 2026.
Baca juga: Jangan Nunggu Tua! Begini Cara Gen Z dan Milenial Siapkan Dana Pensiun
Tina menambahkan, gaya hidup sehat dan disiplin perencanaan keuangan merupakan langkah sederhana namun penting untuk mewujudkan hari esok yang lebih baik.
Menurutnya, kesehatan dan finansial perlu berjalan beriringan. Keduanya merupakan pola hidup sehat perlu dilengkapi proteksi, sementara proteksi tanpa disiplin finansial tidak akan optimal. Strategi finansial pascalebaran dan pentingnya proteksi Faculty Head Sequis Quality Empowerment (STAE) Sequis Life Yan Ardhianto Handoyo mengatakan, ketahanan finansial tidak hanya ditentukan oleh besarnya penghasilan, tetapi juga disiplin mengelola arus kas, menyiapkan dana darurat, mengendalikan utang, serta memiliki perlindungan finansial.
Pada periode pascalebaran, tekanan keuangan kerap meningkat akibat akumulasi pengeluaran, mulai dari kebutuhan mudik, konsumsi, hingga pemberian hadiah. Kondisi ini memerlukan strategi pemulihan terencana agar tidak berkembang menjadi risiko finansial jangka panjang.
“Pasca-Lebaran merupakan momen yang tepat untuk melakukan reset finansial. Langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain disiplin mengelola arus kas, mengendalikan utang, menyiapkan dana darurat, serta lengkapi dengan proteksi guna menjaga kondisi keuangan dari risiko tidak terduga,” ujar Yan.
Yan juga mengajak masyarakat menata kembali pos keuangan yang terdampak pasca-Lebaran, khususnya yang berpotensi memicu utang konsumtif. Alokasi keuangan ideal, mencakup 50-60 persen untuk kebutuhan rutin, 10-20 persen untuk tabungan dan dana darurat, serta dilengkapi dengan proteksi.
"Asuransi bukan sekadar biaya, melainkan instrumen perlindungan untuk meminimalkan dampak finansial dari risiko yang tidak terduga,” tegasnya.
Di tengah proses pemulihan tersebut, masyarakat juga diimbau untuk tetap prudent (bijaksana), cermat mengambil keputusan keuangan, serta adaptif terhadap dinamika ekonomi global Dengan pengelolaan yang bijak dan terencana, kondisi keuangan pascalebaran dapat pulih lebih cepat sekaligus memperkuat ketahanan finansial menghadapi masa depan. Waspada risiko kesehatan pasca-lebaran Selain finansial, kondisi kesehatan juga perlu mendapat perhatian pada periode pasca-Lebaran. Perubahan pola makan, jam tidur, dan aktivitas selama Ramadan dan Lebaran yang identik dengan jamuan bersama keluarga dan konsumsi makanan berlebih dapat berdampak pada kondisi tubuh.
Peningkatan konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak selama libur panjang berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan.
Sebagian orang dapat mengalami kenaikan berat badan, sementara yang lain meskipun berat badan stabil tetap berisiko mengalami peningkatan kadar kolesterol, gula darah, serta tekanan darah. Hari esok yang lebih baik mulai dari kebiasaan kecil Melengkapi diskusi, Brand Ambassador Sequis Life Donna Agnesia berbagi pandangan mengenai pentingnya menjaga keseimbangan antara kesehatan dan perencanaan finansial di tengah kesibukan.
Menurutnya, hari esok yang lebih baik tidak datang begitu saja, melainkan harus dimulai sejak hari ini dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.
“Olahraga yang konsisten akan menjadi kebutuhan tubuh secara alami. Kesibukan seharusnya tidak menjadi alasan untuk mengabaikan kesehatan,” ujar Donna.
Ia juga menambahkan bahwa proteksi merupakan bagian dari perencanaan hidup. Asuransi jiwa dan kesehatan adalah wujud cinta untuk keluarga yang paling berarti, mengingat risiko tidak terduga dapat terjadi kapan saja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)





