Pantau - Pemerintah Kota Serang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A2KB) mengoptimalkan Program Perlindungan Khusus Anak (PP Tunas) dengan fokus utama memperbaiki pola komunikasi antara orang tua dan anak di tengah maraknya interaksi digital, Kamis.
Fokus Perbaikan Komunikasi KeluargaProgram ini dijalankan di Kota Serang, Banten, dengan melibatkan orang tua dan anak, khususnya yang memiliki catatan masalah kedisiplinan di sekolah.
Dokter Hena Arlini dari Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak DP3A2KB Kota Serang menyatakan kegagalan komunikasi dalam keluarga menjadi pemicu utama munculnya masalah perilaku pada anak Generasi Z dan Alpha.
"Banyak anak merasa lebih nyaman berkomunikasi di dunia digital karena di rumah mereka sering disalahkan dan hanya menerima instruksi tanpa didengar. Melalui program ini, kami ingin mengembalikan fungsi keluarga sebagai tempat yang nyaman bagi anak," ungkapnya.
Sebagai bagian dari implementasi, DP3A2KB menghadirkan inisiatif Sekolah Keluarga yang bertujuan membangun konsolidasi emosional antara orang tua dan anak.
Peran Orang Tua dan Dampak Penggunaan GawaiHena menjelaskan orang tua memiliki peran krusial sebagai pemimpin pendidikan di rumah, termasuk pentingnya kehadiran sosok ayah dalam membentuk karakter dan aturan bagi anak.
"Ayah adalah pemberi aturan di rumah. Jika peran ini hilang, anak kehilangan kompas dalam berperilaku. Orang tua harus hadir secara utuh, bukan sekadar memenuhi kebutuhan materi," ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya membangun fondasi kasih sayang sejak usia dini, terutama pada anak usia 0-7 tahun agar lebih mudah menerima aturan saat memasuki usia sekolah.
Selain itu, orang tua diminta memberikan pendampingan terhadap penggunaan gawai guna mencegah dampak negatif fenomena Fear of Missing Out (FOMO) yang dapat memicu perilaku agresif.
"Anak mungkin lupa nama atau pemberian materi, tetapi mereka akan selalu ingat rasa kasih sayang dan kehadiran orang tuanya. Inilah kunci kesuksesan perlindungan anak yang kami dorong melalui program PP Tunas," kata Hena Arlini.
Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan keluarga sekaligus menekan dampak negatif perkembangan teknologi digital terhadap anak.




